MASALAH kesehatan ginjal pada anak kerap memicu kekhawatiran besar bagi para orangtua. Selama ini, tidak sedikit orangtua yang menganggap bahwa kasus gagal ginjal hingga kebutuhan cuci darah (hemodialisis) pada usia anak murni disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat.
Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi dalam unggahan video di akun instagramnya mengatakan bahwa penyebab gagal ginjal kronis yang mengharuskan anak menjalani terapi pengganti ginjal jangka panjang pada dasarnya sangat berbeda dengan pemicu pada pasien dewasa.
"Banyak yang berpikir anak yang mengalami gagal ginjal diakibatkan oleh pola hidup yang tidak sehat, misalnya jajanan sembarangan dan lain-lain. Faktanya, penyebab gagal ginjal pada anak berbeda dengan orang dewasa," ujar dr. Reza.

Ia menjelaskan, jika pada orang dewasa penyakit ginjal umumnya dipicu oleh komplikasi gaya hidup seperti diabetes melitus dan hipertensi, maka pada anak kondisi ini dominan disebabkan oleh faktor medis spesifik.
"Pada orang dewasa kebanyakan memang karena komplikasi dari penyakit diabetes ataupun hipertensi yang banyak terkait dengan pola hidup. Tapi pada anak, tiga penyakit tersering yang menyebabkan ia harus menjalani terapi pengganti ginjal jangka panjang, baik cuci darah, CAPD, ataupun transplant, adalah yang pertama: sindrom nefrotik resisten steroid," jelas dia.
Selain sindrom nefrotik yang tidak lagi merespons terapi steroid, penyebab utama kedua adalah kelainan kongenital atau bawaan sejak lahir. Sementara faktor ketiga berkaitan dengan penyakit autoimun dan peradangan.
"Yang kedua adalah penyakit bawaan pada ginjal dan saluran kemih. Ya, yang ketiga adalah peradangan pada ginjal, misalnya karena penyakit lupus, IgA nephropathy, dan lain-lain," tambah dr. Reza.
Meski pemicu utama gagal ginjal pada anak umumnya bukan berasal dari konsumsi makanan harian secara langsung, dr. Reza mengingatkan para orangtua untuk tidak mengabaikan pentingnya membiasakan pola hidup sehat sejak dini. Penerapan gaya hidup seimbang tetap menjadi pondasi penting dalam menjaga fungsi organ tubuh anak hingga mereka dewasa kelak.
"Nah, lantas apakah anak boleh pola hidupnya tidak dijaga? Tidak juga. Pola hidup sehat pada anak tetap harus dijaga: mencegah obesitas, mengatur pola makan, ya. Karena ini kaitannya untuk pencegahan penyakit ginjal yang dapat terjadi di kemudian hari," pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.