
Meski demikian, keberadaan bakteri yang tersisa pada kain tidak serta-merta menyebabkan infeksi. Risiko tetap bergantung pada berbagai faktor, termasuk jenis bakteri, kondisi pakaian, serta kondisi kesehatan seseorang.
“Apakah bakteri-bakteri sisa itu bisa bikin infeksi? Belum tentu sih. Tapi kalau masih menyisakan banyak bakteri terus dipakai lagi, bakteri itu bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik yang ada di daerah intim kita,” tutur dr. Shane.
dr. Shane menjelaskan bahwa gangguan keseimbangan bakteri pada sebagian perempuan berisiko iritasi, vaginosis bakterialis, hingga infeksi saluran kemih (ISK). Oleh sebab itu, menjaga kebersihan pakaian dalam menjadi salah satu langkah yang perlu diperhatikan dalam merawat kesehatan area intim.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.