“Yang kita banggakan itu karena kesabaran dia selama merintis karier menjadi pemain bola, dari nol merantau ke Jakarta untuk sekolah bola,” tulisnya.
Menurut Ummi Pipik, kedisiplinan juga sudah ditanamkan kepada Egy sejak kecil oleh sang ayah yang merupakan pelatih sepak bola di Medan. Bahkan hingga kini, ayah Egy masih melatih anak-anak di kampung halamannya.
Perjalanan panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil berkat keuletan, kerja keras, dan tekad Egy untuk membanggakan orang tua serta kampung halamannya.
“Walaupun gak mudah, kadang tidak dilihat, harus menunggu, tapi memang Allah jika ingin mengangkat derajat hambanya itu harus mengalami sesuatu yang gak enak dulu, dihina, diremehkan, dihajar mentalnya,” tulisnya.
Ummi Pipik juga mengungkap salah satu hal yang membuatnya salut kepada Egy. Sebelum pertandingan, ia mengaku sering menanyakan apakah sang menantu akan dimainkan atau tidak.