Keduanya dapat digunakan sebagai campuran media sukulen. Batu apung memiliki bobot yang sedikit lebih berat sehingga tidak mudah mengapung ketika tanaman disiram. Sementara itu, perlit biasanya lebih mudah ditemukan di toko tanaman atau pusat perlengkapan berkebun.
Salah satu masalah yang bisa terjadi pada media tanam sukulen adalah tanah yang terlalu padat. Kondisi ini bisa membuat air sulit terserap dengan baik atau justru mengalir terlalu cepat melewati media.
Tanah yang padat bisa terjadi ketika media mengandung terlalu banyak bahan organik atau tanaman sudah lama tidak disiram.
Jika kondisi ini terjadi, sukulen bisa dipindahkan ke media tanam baru. Tambahkan pasir atau perlit maupun batu apung agar campurannya lebih berpori dan tidak mudah memadat.
Jadi, kunci memilih media tanam sukulen adalah memastikan air tak tertahan terlalu lama. Dengan campuran yang berpori, ringan, dan memiliki drainase baik, akar sukulen memiliki lingkungan yang lebih sesuai untuk tumbuh.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.