Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuka Apel atau Air Lemon yang Baik untuk Pencernaan?

Agustina Wulandari , Jurnalis-Jum'at, 02 Oktober 2026 |10:05 WIB
Cuka Apel atau Air Lemon yang Baik untuk Pencernaan?
Cuka apel dan air lemon untuk pencernaan. (Foto: dok Ist)
A
A
A

JAKARTA - Cuka apel atau apple cider vinegar (ACV) dan air lemon sama-sama populer dan dianggap punya berbagai manfaat kesehatan. Keduanya sering dikonsumsi untuk membantu pencernaan, menjaga kadar gula darah, hingga mendukung penurunan berat badan.

Meski begitu, manfaat keduanya tak sepenuhnya sama. Menurut Verywell Health, air lemon lebih banyak dikaitkan mendukung pencernaan, sementara cuka apel punya lebih banyak bukti terkait gula darah.

Lalu, mana yang lebih baik?

Air Lemon Bermanfaat untuk Pencernaan

Air lemon bisa menjadi pilihan jika tujuan utamanya adalah mendukung pencernaan. Air ini dibuat dengan mencampurkan perasan satu hingga dua buah lemon ke dalam air hangat atau bersuhu ruang.

Perasan lemon mengandung sedikit serat dari ampas buah yang berperan sebagai prebiotik. Selain itu, lemon mengandung vitamin C dan flavanon dari kelompok senyawa flavonoid yang mendukung kesehatan saluran pencernaan.

Sementara itu, bukti mengenai manfaat cuka apel untuk kesehatan usus masih terbatas. Meski merupakan produk hasil fermentasi, cuka apel tidak mengandung mikroorganisme dalam jumlah yang cukup untuk disebut sebagai probiotik.

Cuka Apel Lebih Banyak Dikaitkan dengan Gula Darah

Untuk mengatur kadar gula darah, cuka apel punya lebih banyak bukti dibandingkan air lemon. Meski demikian, keduanya disebut berpotensi menurunkan kadar gula darah, terutama setelah makan.

Cuka apel mengandung asam asetat yang diduga bisa memperlambat pemecahan karbohidrat, sehingga gula dilepaskan ke aliran darah secara lebih perlahan. Senyawa tersebut juga diduga mampu meningkatkan penggunaan glukosa oleh sel tubuh.

Air lemon juga menunjukkan potensi serupa. Dalam penelitian, kelompok yang mengonsumsi air lemon saat sarapan memiliki kadar gula darah setelah makan yang lebih rendah dibandingkan kelompok yang minum air putih atau teh.

Kadar gula darah pada kelompok air lemon juga membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai puncaknya. Namun, mekanisme pastinya masih belum diketahui. Salah satu dugaan adalah sifat asam dari lemon memberikan efek yang mirip dengan cuka.

Cuka apel dan air lemon sering dikaitkan dengan penurunan berat badan. Namun, mengonsumsi salah satunya saja tidak otomatis membuat berat badan turun.

Kandungan Nutrisinya Berbeda

Selain manfaatnya, kandungan nutrisi air lemon dan cuka apel juga berbeda. Dalam perbandingan perasan satu buah lemon dengan satu sendok makan cuka apel, perasan lemon mengandung sekitar 10,6 kalori, 1,21 gram gula, 18,6 miligram vitamin C, dan 0,144 gram serat.

Sementara itu, satu sendok makan cuka apel mengandung sekitar 3,13 kalori, 0,06 gram gula, serta tidak mengandung vitamin C dan serat.

Dengan demikian, pilihan antara air lemon dan cuka apel sebenarnya bisa disesuaikan dengan tujuan masing-masing. Air lemon dapat menjadi pilihan untuk menambah asupan cairan sekaligus mendapatkan sedikit vitamin C, sedangkan cuka apel memiliki bukti yang lebih banyak terkait pengaturan gula darah.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement