
Setelah sesi menonton selesai, para partisipan diuji tingkat ingatan serta dianalisis aktivitas otaknya menggunakan pemindaian functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI). Hasil pemindaian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada kerja otak kelompok yang mengonsumsi video pendek.
“Setelah itu, mereka diminta untuk melakukan tes memori dan dilakukan pengecekan otak dengan fMRI. Hasilnya ternyata orang yang menonton short video mengalami penurunan kemampuan tes memori, sinkronisasi di area otak yang berperan pada memori, kognitif, dan visuospasial berkurang," pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.