Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Pisang Matang Bikin Gula Darah Melonjak? Ini Faktanya!

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Rabu, 23 September 2026 |11:05 WIB
Benarkah Pisang Matang Bikin Gula Darah Melonjak? Ini Faktanya!
Ilustrasi pisang matang. (Foto: dok Magnific/pvproductions)
A
A
A

JAKARTA - Pisang sering dianggap sebagai camilan praktis yang sehat. Pisang yang masih agak hijau memang rasanya berbeda jauh dengan pisang yang kulitnya sudah dipenuhi bintik cokelat.

Perubahan rasa itu ternyata bukan sekadar soal tekstur. Tingkat kematangan pisang juga memengaruhi kandungan gula dan serat di dalamnya. 

Pisang Matang Seratnya Justru Berkurang

Semakin matang, kandungan gula pisang meningkat, sementara serat dan pati yang sulit dicerna justru berkurang. Saat proses pematangan berlangsung, pati yang terdapat dalam pisang secara bertahap diubah menjadi gula. 

Proses ini dipicu oleh etilen, senyawa yang dilepaskan buah ketika mulai matang. Itulah sebabnya pisang yang awalnya masih hijau dan terasa lebih keras akan berubah menjadi lebih lembut serta manis ketika matang. 

Perbedaan kadar gulanya juga cukup terlihat. Dalam setiap 100 gram pisang yang belum matang, kandungan gulanya sekitar 3,2 gram. 

Sementara pisang matang mengandung sekitar 12 hingga 13 gram gula per 100 gram. Di sisi lain, proses pematangan membuat kandungan serat dan pati pada pisang menurun.

Pisang mengandung resistant starch, yaitu jenis pati yang sulit dicerna tubuh dan memiliki karakteristik yang mirip dengan serat makanan. Ketika pisang semakin matang, jumlah pati ini ikut berkurang. 

Artinya, pisang dengan kulit yang mulai dipenuhi bintik cokelat bukan cuma terasa lebih manis. Kandungan seratnya juga lebih rendah dibandingkan pisang yang masih sedikit mentah.

Tingkat Kematangan Pisang Pengaruhi Gula Darah

Ilustrasi pisang hijau. (Foto: dok Magnific/pvproductions)
Ilustrasi pisang hijau. (Foto: dok Magnific/pvproductions)

Perbedaan tingkat kematangan juga berpengaruh terhadap dampaknya pada gula darah. Pisang yang masih sedikit mentah cenderung memberikan dampak yang lebih kecil terhadap gula darah dibandingkan pisang yang sudah matang atau terlalu matang. 

Meski begitu, bukan berarti pisang matang harus dihindari. Semua tingkat kematangan pisang masih tergolong makanan dengan indeks glikemik rendah dan berkat kandungan serat serta resistant starch-nya, umumnya tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang besar.

Lalu harus pilih pisang yang mana? Pilihan tingkat kematangan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Jika ingin mendapatkan lebih banyak serat dan asupan gula yang relatif lebih rendah, pisang yang masih sedikit mentah atau baru mulai matang bisa menjadi pilihan. 

Sementara itu, pisang yang sudah matang tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat, terutama bagi orang yang lebih menyukai teksturnya yang lembut dan rasanya lebih manis.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement