Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena Sound Horeg, Benarkah Bikin Tuli hingga Bikin Fungsi Otak Turun?

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 21 September 2026 |06:05 WIB
Fenomena Sound Horeg, Benarkah Bikin Tuli hingga Bikin Fungsi Otak Turun?
Ilustrasi sound horeg. (Foto: dok Pinterest)
A
A
A

Akibatnya dapat terjadi kehilangan pendengaran. Masalahnya, kerusakan berlangsung secara perlahan. Telinga berdengung setelah acara, bukan berarti sound-nya bagus. Prof. Zulys mengingatkan bahwa hal itu justru warning dari tubuh. 

“Literatur menunjukkan, gangguan pendengaran kronis bisa berpotensi penurunan fungsi otak. Mengapa? Karena ketika pendengaran terganggu, otak harus bekerja lebih keras memahami percakapan. Bayangkan, guru menerangkan pelajaran, tetapi setiap tiga kata cuma terdengar satu,” tuturnya.

Namun ia mengungkapkan, belum tentu sound horeg pasti bikin bodoh. Belum ada penelitian primer di Indonesia yang secara spesifik membuktikan sound horeg menyebabkan penurunan fungsi otak. 

“Lalu apa solusinya? Bukan mematikan kreativitas masyarakat, jangan pula menghina pelakunya sebagai SDM rendah. Yang diperlukan adalah sound engineering dan regulasi berbasis sains. Ukur tingkat desibel, batasi durasi, atur jarak speaker dari masyarakat. Sediakan arena istirahat pendengaran dan lindungi terutama anak-anak serta kelompok rentan. Jadi teknologi audio boleh maju, tetapi keselamatan manusia jangan mundur,” ucap Prof. Zulys.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement