PERNAHKAH kamu melihat leher seseorang berkedut atau berdenyut sangat kencang secara terus-menerus? Hal ini tentunya memunculkan kekhawatiran.
Meski sering dianggap sebagai kedutan biasa akibat kelelahan otot, fenomena visual ini dalam dunia medis bisa menjadi indikator penting adanya gangguan pada sistem kardiovaskular. Bisa jadi, kamu mengalami regurgitasi aorta.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, menjelaskan bahwa kondisi leher yang berdenyut kuat tersebut dikenal dengan istilah Corrigan’s Sign atau dancing carotid. Tanda visual ini merupakan gejala khas dari kondisi medis yang dinamakan regurgitasi aorta.
"Leher yang berkedut-kedut seperti ini adalah tanda regurgitasi aorta. Bahasa kerennya adalah Corrigan’s Sign atau dancing carotid," ungkap dr. Adam.
dr. Adam memaparkan bahwa aorta merupakan pembuluh darah terbesar di dalam tubuh manusia yang mengalirkan darah langsung dari organ jantung. Secara sederhana, regurgitasi aorta terjadi ketika terdapat kebocoran pada katup pembuluh darah tersebut.
Untuk memudahkan pemahaman masyarakat, dr. Adam menggambarkan mekanisme kerja jantung dan katup aorta seperti sistem pengairan rumah tangga.
"Aorta itu adalah pembuluh darah paling besar di tubuh kita yang keluar dari jantung. Regurgitasi aorta itu sederhananya adalah ada bocor di aorta. Bayangkan jantung itu seperti pompa air, dan katup aortanya seperti pintu satu arah. Nah regurgitasi itu pintunya gak menutup rapat," jelas dia.

Ketidakmampuan katup untuk menutup secara sempurna tersebut menyebabkan gangguan pada aliran darah. Setiap kali organ jantung beristirahat sejenak di antara denyutan, sebagian darah yang seharusnya dialirkan ke seluruh tubuh justru mengalir balik ke dalam ruang jantung.
"Akibatnya, setiap kali jantung beristirahat sejenak, sebagian darah yang sudah dipompa keluar malah bocor kembali ke dalam ruang pompa utama jantung," tutur dr. Adam.
Kondisi kebocoran ini memaksa organ jantung untuk bekerja ekstra keras secara terus-menerus guna memompa volume darah yang kembali tersebut. Jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat, beban kerja berlebih ini berisiko memicu komplikasi serius pada kesehatan jantung.
"Jadinya jantung harus bekerja lebih keras terus menerus, yang bisa berujung pada pelebaran jantung dan gagal jantung," tegas dia.
Terkait dengan fenomena leher yang berkedut, dr. Adam mengungkapkan bahwa hal tersebut terjadi akibat perubahan tekanan darah yang ekstrem saat jantung memompa darah ke pembuluh karotis di area leher.
"Leher yang keliatan berkedut-kedut itu adalah pembuluh darah yang berdenyut sangat kuat saat jantung memompa darah, namun cepat mengempis kembali," pungkas dr. Adam.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.