Terdapat sejumlah keunggulan yang membuat vasektomi menjadi salah satu pilihan kontrasepsi bagi pasangan suami istri, di antaranya:
Sangat efektif. Vasektomi merupakan metode kontrasepsi dengan tingkat keberhasilan hingga 99 persen dalam mencegah kehamilan.
Cenderung minim risiko dan efek samping.
Tidak memengaruhi gairah dan kualitas hubungan seksual. Pria yang telah menjalani vasektomi tetap dapat mengalami ereksi, orgasme, dan ejakulasi.
Efek Samping Vasektomi
Pada dasarnya, vasektomi merupakan prosedur yang tergolong aman dan memiliki risiko komplikasi yang relatif rendah. Namun, terdapat beberapa efek samping atau risiko yang mungkin terjadi setelah menjalani prosedur ini, di antaranya:
Infeksi pada luka bekas sayatan.
Hematoma atau penggumpalan darah di dalam skrotum.
Testis terasa penuh dan tidak nyaman.
Granuloma sperma, yaitu benjolan keras yang muncul akibat peradangan karena kebocoran sperma.
Hidrokel, yaitu kondisi ketika terdapat kantung berisi cairan di sekitar testis yang dapat menyebabkan pembengkakan pada skrotum.
Spermatokel, yaitu kista jinak yang terbentuk di dalam epididimis, yakni tabung yang menghubungkan testis dengan vas deferens.
Demikian penjelasan mengenai prosedur vasektomi. Perlu diingat, vasektomi merupakan prosedur medis yang perlu dilakukan berdasarkan rekomendasi dan evaluasi dokter. Dokter akan mempertimbangkan kondisi pasien untuk memastikan prosedur tersebut sesuai dan aman untuk dilakukan.
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.