Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minum Air Terlalu Banyak Ternyata Bisa Ganggu Keseimbangan Tubuh

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Minggu, 13 September 2026 |13:05 WIB
Minum Air Terlalu Banyak Ternyata Bisa Ganggu Keseimbangan Tubuh
Minum air putih. (Foto: Freepik)
A
A
A

MINUM air yang cukup penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Namun, bukan berarti semakin banyak air yang diminum akan selalu semakin baik bagi kesehatan.

Jika dikonsumsi berlebihan, terutama dalam waktu singkat, air justru bisa membuat ginjal kewalahan. Ginjal bekerja sepanjang waktu untuk menyaring darah, membuang limbah, serta mengatur kadar cairan dan elektrolit dalam tubuh.

Ilustrasi minum air putih saat bangun tidur. (Foto: dok Magnific)

Pada orang dengan fungsi ginjal normal, minum air sepanjang hari umumnya bukan masalah. Risiko lebih mungkin muncul ketika seseorang mengonsumsi air dalam jumlah sangat banyak dalam waktu singkat atau memiliki kondisi tertentu yang memengaruhi keseimbangan cairan.

1. Bisa Mengganggu Keseimbangan Cairan dan Elektrolit

Salah satu masalah yang dapat terjadi ketika terlalu banyak minum air adalah terganggunya keseimbangan cairan dan elektrolit, terutama natrium. Jika jumlah air yang masuk ke tubuh jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan ginjal untuk mengeluarkannya, air dapat mengencerkan kadar natrium dalam darah. Kondisi ini disebut hiponatremia.

Dalam kondisi ringan, hiponatremia dapat menyebabkan mual, sakit kepala, atau kebingungan. Sementara pada kondisi yang berat, keadaan ini bisa mengancam nyawa dan membutuhkan penanganan medis segera.

Meski bisa terjadi pada orang sehat, risikonya lebih besar ketika seseorang minum air dalam jumlah berlebihan dalam waktu singkat atau memiliki kondisi yang memengaruhi kemampuan tubuh mengatur cairan.

 

2. Ginjal Harus Kerja Lebih Keras Keluarkan Cairan Berlebih

minum air putih

Ketika tubuh menerima lebih banyak air daripada yang dibutuhkan, ginjal akan meningkatkan produksi urine untuk membuang kelebihan cairan. Itulah sebabnya orang yang minum air dalam jumlah banyak biasanya akan lebih sering buang air kecil. Urine juga bisa terlihat sangat pucat atau bening.

Bagi orang dengan fungsi ginjal normal, respons tersebut umumnya merupakan mekanisme tubuh yang normal dan bersifat sementara. Namun, kondisi ini tetap menjadi pengingat bahwa kebutuhan air setiap orang berbeda.

Namun demikian, kebutuhan cairan dapat berubah berdasarkan ukuran tubuh, tingkat aktivitas, kondisi kesehatan, serta lingkungan. Artinya, kebutuhan air seseorang ketika sedang banyak beraktivitas atau berada di lingkungan panas bisa berbeda dengan kebutuhan ketika tubuh lebih banyak beristirahat.

Karena itu, hidrasi sebaiknya tidak dipatok hanya dengan angka tertentu. Yang lebih penting adalah menyesuaikan asupan cairan dengan kebutuhan tubuh.

Meski terlalu banyak minum air bisa menimbulkan masalah, kondisi ini relatif jarang terjadi pada orang dengan fungsi ginjal normal. Masalah yang biasa terjadi justru adalah kurang minum atau dehidrasi.

Karena itu, tidak perlu takut minum air hanya karena khawatir berlebihan. Minumlah secara teratur dan sesuaikan dengan kebutuhan tubuh, aktivitas, serta kondisi lingkungan.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement