Staky menyarankan gerakan peregangan seperti yoga tersebut dapat dipadukan dengan pijat lembut pada perut untuk membantu merangsang pergerakan usus.
Namun, perlu dicatat bahwa bukti ilmiah mengenai gerakan tertentu yang dapat membuat seseorang segera buang air besar masih terbatas. Karena itu, olahraga sebaiknya dipandang sebagai bagian dari kebiasaan sehat, bukan solusi instan untuk sembelit.
Mengatasi sembelit biasanya membutuhkan lebih dari satu pendekatan. Selain tetap aktif bergerak, National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) merekomendasikan beberapa langkah berikut:
Mendiskusikan obat-obatan yang sedang dikonsumsi dengan tenaga kesehatan karena beberapa obat, termasuk antidepresan tertentu, obat tekanan darah, dan antasida, dapat memicu sembelit.
Menggunakan obat bebas untuk sembelit bila diperlukan, seperti suplemen serat, agen osmotik, pelunak tinja, pelumas, atau pencahar stimulan sesuai petunjuk.
Sembelit yang terjadi sesekali umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan jika terjadi berulang, menimbulkan rasa tidak nyaman, atau mulai mengganggu kualitas hidup.
Farhadi menyarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika perubahan kebiasaan buang air besar berlangsung selama beberapa minggu.
Dokter dapat membantu mencari penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai. Pada kondisi tertentu, tersedia pula obat resep maupun terapi biofeedback untuk membantu melatih kembali koordinasi otot yang berperan dalam proses buang air besar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.