Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pulihkan Kesehatan Mental Korban Gempa NTT, Kemenkes Kirim Tim

Niko Prayoga , Jurnalis-Rabu, 09 September 2026 |22:10 WIB
Pulihkan Kesehatan Mental Korban Gempa NTT, Kemenkes Kirim Tim
Pulihkan Kesehatan Mental Korban Gempa NTT, Kemenkes Kirim Tim (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA — Pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya berfokus pada penanganan luka fisik dan kerusakan fasilitas, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat terdampak. Untuk itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengirimkan 160 Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) guna memperkuat layanan psikososial dan kesehatan mental di wilayah terdampak bencana.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya, mengatakan ratusan tenaga kesehatan tersebut telah diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta pada Senin, 7 September 2026. Mereka akan ditempatkan di empat kabupaten, yakni Kabupaten Ngada, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Manggarai Timur.

“Pendekatannya agak berbeda karena ini lebih kepada psikososial, bagaimana kita memberangkatkan tenaga-tenaga yang memberikan kesehatan mental bagi masyarakat di daerah Flores,” kata Sumarjaya dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan, dampak gempa tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan secara fisik, tetapi juga tekanan psikologis akibat kehilangan tempat tinggal, harta benda, maupun pengalaman traumatis selama bencana berlangsung. Oleh karena itu, dukungan psikososial menjadi hal penting, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Selain memberikan pendampingan psikososial dan kesehatan mental, 160 TCK tersebut juga tetap menjalankan pelayanan medis di fasilitas kesehatan yang tersedia, termasuk puskesmas dan rumah sakit lapangan di wilayah Ruteng serta Ngada.

Pengiriman tenaga tambahan ini merupakan bagian dari tahap awal penanganan Kemenkes yang melibatkan total 206 tenaga kesehatan.

“Untuk saat ini, itu adalah lebih kepada psikososial, bagaimana memberikan edukasi, komunikasi kepada masyarakat terdampak,” ujar Sumarjaya.

Tenaga Kesehatan Kemenkes

Dalam pelaksanaannya, penugasan TCK mengikuti standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan masa tugas selama 14 hari sebelum dilakukan pergantian personel. Penempatan tenaga kesehatan disesuaikan dengan masa tanggap darurat yang ditetapkan Pemerintah Provinsi NTT hingga 12 September 2026 dan dapat diperpanjang berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Selain pelayanan kesehatan langsung, Kemenkes juga memperkuat sistem surveilans kesehatan di daerah terdampak. Upaya tersebut dilakukan untuk mendeteksi potensi penyebaran penyakit menular serta mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) pascabencana.

“Tim kita surveilans juga kita turunkan untuk melihat, mengidentifikasi penyakit-penyakit apa yang terjadi di sana supaya tidak terjadi potensi KLB dan wabah,” tutur Sumarjaya.

Sementara itu, salah satu anggota tim TCK, dokter umum dr. Shaldy Syifa Azzahri, mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan berbagai persiapan sebelum menjalankan tugas kemanusiaan tersebut. Persiapan meliputi alat dan bahan kesehatan, perbekalan pribadi, hingga kesiapan fisik dan mental.

“Sebagai seorang dokter, kita menyiapkan beberapa alat-alat dan juga bahan yang bisa kita bantu untuk memperbaiki dan juga memulihkan kesehatan masyarakat. Pastinya sebagai seorang dokter umum, kita juga mempersiapkan mentalitas dan kesehatan diri sebelum membantu orang lain,” ungkap Shaldy.

Menurutnya, penanganan pascabencana tidak hanya berhenti pada pemulihan kondisi fisik masyarakat. Setelah beberapa waktu berlalu sejak gempa, dukungan terhadap kesehatan psikologis juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

“Ini bukan lagi hanya memperbaiki kesehatan fisiknya saja, tapi juga membantu memulihkan kesehatan psikologisnya. Jadi di sini kita membantu sama-sama untuk bisa menjadi bagian dari proses pemulihan mereka,” jelasnya.

Kemenkes memastikan dukungan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa NTT terus berjalan melalui penguatan tenaga medis, pelayanan kesehatan, serta pendampingan psikososial untuk membantu masyarakat kembali pulih.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement