SARAPAN sering dianggap sebagai waktu makan yang paling penting untuk mengawali hari. Namun, masih banyak yang salah memilih menu untuk sarapan sehingga cenderung membuat kadar gula darah tidak stabil.
Dikutip dari Verywell Health, makanan sarapan yang tinggi karbohidrat atau gula tambahan. Namun, makanan itu harus rendah protein, serat, dan lemak, lebih berpotensi menyebabkan lonjakan gula darah.

Untuk itu, beberapa makanan yang sering dipilih untuk sarapan karena dianggap sehat ini perlu diperhatikan, di antaranya:
Oatmeal merupakan biji-bijian utuh yang mengandung serat, zat besi, dan vitamin B. Namun, makanan ini juga cukup tinggi karbohidrat dan rendah protein serta lemak.
Saat disantap sendirian, oatmeal bisa membuat gula darah naik. Risiko ini bisa lebih tinggi pada oatmeal rasa yang mengandung sekitar 12 gram gula tambahan.
Agar lebih seimbang, pilih oatmeal tanpa pemanis dan tambahkan kacang, chia seed, hemp seed, atau selai kacang. Oatmeal juga bisa dimasak menggunakan susu sapi atau susu kedelai, lalu dipadukan dengan telur, yogurt, atau keju cottage.
Sereal yang diklaim sebagai makanan tinggi serat atau berbahan gandum utuh belum tentu rendah gula tambahan. Sereal yang minim protein dapat dicerna dengan cepat dan berpotensi menyebabkan gula darah melonjak.
Salah satu cara membuatnya lebih seimbang adalah memilih sereal dengan kandungan serat 3-5 gram dan gula tambahan kurang dari 5 gram. Tambahkan susu sapi atau susu kedelai, kacang, biji-bijian, maupun sumber protein seperti telur atau greek yogurt.
Yogurt sebenarnya mengandung protein, kalsium, dan probiotik. Masalahnya, yogurt dengan tambahan rasa bisa mengandung gula tambahan hingga 15 gram.
Jika ingin pilihan yang lebih ramah terhadap gula darah, pilih greek yogurt atau tawar yang lebih tinggi protein. Rasa manis bisa ditambahkan dengan sedikit madu, buah segar, kacang, atau biji-bijian.