Sementara itu, pada remaja, keterlibatan aktif dalam menyiapkan tas siaga bencana dapat memberikan rasa memiliki kendali. Memvalidasi rasa takut anak serta membatasi konsumsi tayangan bencana yang menakutkan di media sosial juga dapat membantu menjaga kestabilan emosi keluarga.
Di sisi lain, orang tua perlu tetap waspada terhadap tanda-tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis segera. Anak perlu dibawa ke puskesmas atau rumah sakit jika mengalami napas cepat, bibir atau ujung jari tampak kebiruan, batuk terus-menerus, iritasi mata yang tidak kunjung membaik, atau bayi tampak lemas dan malas menyusu.
Untuk memantau kondisi terkini, masyarakat diimbau selalu merujuk pada informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.