Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Tips Mitigasi Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau, Wajib Pakai Masker!

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Minggu, 06 September 2026 |09:23 WIB
7 Tips Mitigasi Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau, Wajib Pakai Masker!
7 Tips Mitigasi Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau, Wajib Pakai Masker! (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA — Abu vulkanik akibat erupsi anak krakatau dapat terbawa angin dan menyebar ke wilayah di luar kawasan sumber erupsi. Material tersebut tidak bisa diperlakukan seperti debu biasa karena dapat mengganggu kesehatan sekaligus berpotensi menggores permukaan kaca dan kendaraan jika dibersihkan dengan cara yang keliru.

Seorang netizen melalui akun Threads @callme_masben membagikan sejumlah tips untuk menghadapi abu vulkanik berdasarkan pengalamannya sebagai warga Yogyakarta yang beberapa kali menghadapi abu akibat erupsi Gunung Merapi.

“Just sharing tips mitigasi abu vulkanik, belajar dari kami orang Jogja yang udah beberapa kali berurusan sama abu vulkanik,” tulisnya.

Dalam unggahannya, ia mengingatkan bahwa material abu vulkanik dapat mengandung silika. Karena itu, penanganannya membutuhkan perhatian khusus, baik saat membersihkan lingkungan rumah maupun ketika melindungi tubuh dari paparan.

Berikut tujuh tips mitigasi abu vulkanik yang dibagikannya:

1. Tunggu Abu Berhenti Sebelum Membersihkan Halaman

Masyarakat disarankan tidak terburu-buru membersihkan halaman ketika hujan abu masih berlangsung. Tunggu hingga paparan abu benar-benar berhenti sebelum melakukan pembersihan.

Abu yang menumpuk di halaman dapat dibersihkan dengan cara disemprot atau disapu secara perlahan. Hindari hanya menyiram tumpukan abu menggunakan air dari ember karena campuran abu dan air dapat mengeras seperti lapisan semen dan justru menyulitkan proses pembersihan.

2. Jangan Langsung Mengelap Kaca

Kacamata, jendela, maupun kaca kendaraan sebaiknya tidak langsung dibersihkan menggunakan kain ketika terkena abu vulkanik.

Siram terlebih dahulu permukaan kaca dengan air atau lakukan pencucian secara langsung. Penggunaan kain pada permukaan yang masih dipenuhi abu berisiko menyebabkan partikel keras menggores kaca.

3. Gunakan Masker dan Pelindung Mata

Saat berada di wilayah yang terpapar abu, gunakan masker untuk mengurangi risiko menghirup partikel vulkanik. Dalam unggahannya, netizen tersebut menyarankan penggunaan masker jenis KN seperti yang banyak digunakan saat pandemi Covid-19, bukan hanya masker bedah.

Ia juga menyarankan agar masker dibuat sedikit lembap agar partikel debu lebih mudah terperangkap. Selain masker, penggunaan kacamata pelindung atau safety goggles juga dapat membantu melindungi mata dari paparan abu.

4. Jangan Mengucek Mata

Abu vulkanik yang masuk ke mata dapat menyebabkan rasa perih dan iritasi. Jika mata kemasukan abu, hindari menguceknya secara langsung.

Sebagai gantinya, bersihkan mata menggunakan air mengalir, kemudian keringkan dengan hati-hati. Mengucek mata ketika terdapat partikel abu justru dapat memperparah iritasi.

5. Segera Cuci Kendaraan

Kendaraan yang terkena abu vulkanik sebaiknya segera dicuci dan tidak hanya dilap menggunakan kain. Cara tersebut dapat membantu mengurangi risiko partikel abu menggores permukaan bodi kendaraan.

Pembersihan juga sebaiknya tidak ditunda terlalu lama karena abu vulkanik dapat bersifat asam dan berpotensi mempercepat korosi pada bagian kendaraan yang berbahan logam.

6. Tutup Celah Ventilasi Rumah

Masyarakat juga dapat melakukan kerja bakti untuk meminimalkan masuknya abu ke dalam rumah. Salah satunya dengan menutup sementara celah ventilasi menggunakan bahan yang tersedia, seperti kertas atau koran.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi jumlah abu yang masuk melalui lubang angin dan celah-celah rumah. Sebab, jika abu sudah menyebar ke dalam rumah, proses pembersihannya dapat membutuhkan waktu cukup lama.

7. Jangan Abaikan Penggunaan Masker

Paparan abu vulkanik secara langsung sebaiknya tidak dianggap sepele. Masyarakat disarankan tetap menggunakan masker ketika berada di tengah paparan abu, meskipun penggunaan masker dapat terasa kurang nyaman.

Dalam unggahannya, netizen tersebut mengingatkan bahwa partikel abu yang masuk ke sistem pernapasan dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Ngga usah sok jagoan bisa bebas bernafas tanpa masker ketika di tengah guyuran abu vulkanik,” tulisnya.

“Pake masker itu wajib sekalipun rasanya sumpek!” lanjutnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement