Ia menyebut, anak yang sering mengonsumsi UPF memiliki risiko asma hampir empat kali lipat dibandingkan anak yang tidak atau jarang mengonsumsinya berdasarkan studi yang ia rujuk.
UPF sendiri merupakan makanan yang telah melalui berbagai proses pengolahan dan umumnya mengandung sejumlah bahan tambahan. Contohnya dapat ditemukan pada berbagai makanan ringan kemasan, minuman berpemanis, hingga produk makanan siap santap.
Meski demikian, hubungan antara kebiasaan tersebut dan alergi tidak berdiri sendiri. Faktor genetik, lingkungan, serta kondisi kesehatan anak juga dapat berperan.
Menurut dr. Ardi, masalah alergi pada anak juga berkaitan dengan fenomena yang dikenal sebagai atopic march. Kondisi ini menggambarkan perjalanan penyakit alergi yang dapat muncul secara bertahap sejak masa kanak-kanak.
Salah satu kondisi yang sering menjadi awal perjalanan tersebut adalah eksim atau dermatitis atopik. Karena itu, menjaga kesehatan kulit anak sejak dini menjadi salah satu langkah yang penting dilakukan orang tua.