Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biji Labu vs Kacang Almond: Mana yang Lebih Kaya Magnesium?

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 07 September 2026 |07:10 WIB
Biji Labu vs Kacang Almond: Mana yang Lebih Kaya Magnesium?
Ilustrasi biji labu. (Foto: dok Magnific/stockking)
A
A
A

JAKARTA - Biji labu dan kacang almond sama-sama sering disebut sebagai camilan sehat. Keduanya mengandung protein, serat, lemak, serta berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh.

Namun, kalau kamu sedang mencari makanan yang kaya magnesium, ternyata biji labu punya keunggulan dibandingkan kacang almond.

Melansir Health, biji labu mengandung hampir dua kali lipat magnesium dibandingkan almond dalam porsi yang sama. Magnesium sendiri merupakan mineral penting yang berperan dalam menjaga fungsi otot, saraf, tulang, dan sistem kardiovaskular. 

Biji Labu Lebih Unggul soal Magnesium

Dalam satu ons atau sekitar 28 gram biji labu, terdapat sekitar 156 miligram magnesium. Jumlah tersebut setara dengan 37 persen dari nilai harian magnesium.

Sementara itu, satu ons kacang almond mengandung sekitar 77,4 miligram magnesium atau 18 persen dari nilai harian. Artinya, dalam porsi yang sama, biji labu menyediakan magnesium hampir dua kali lebih banyak daripada almond. 

Magnesium penting bagi tubuh karena membantu berbagai fungsi, termasuk kerja otot dan saraf, menjaga kesehatan tulang, serta mendukung fungsi jantung. Jadi, jika tujuanmu adalah menambah asupan magnesium dari makanan, biji labu bisa menjadi pilihan yang menarik.

Biji Labu Juga Lebih Tinggi Protein

Bukan cuma magnesium, biji labu juga sedikit lebih unggul dalam kandungan protein. Satu ons biji labu mengandung sekitar 8,45 gram protein, sedangkan almond menyediakan sekitar 6,42 gram.

Keduanya tetap bisa menjadi pilihan camilan yang mengandung protein nabati. Namun, protein dari biji labu maupun almond belum termasuk protein lengkap karena kandungan beberapa asam amino esensialnya masih terbatas.

Meski begitu, keduanya tetap dapat dikombinasikan dengan sumber protein lain dalam pola makan sehari-hari. 

Kalau soal Serat, Almond Lebih Unggul

Kacang almond. (Foto: dok Magnific/8photo)
Kacang almond. (Foto: dok Magnific/8photo)

Untuk urusan serat, justru almond menjadi pemenangnya. Satu ons almond mengandung sekitar 3,24 gram serat atau 12 persen dari nilai harian. Sementara itu, biji labu tanpa kulit menyediakan sekitar 1,84 gram serat atau 6 persen dari nilai harian.

Namun, ada sedikit perbedaan jika kamu mengonsumsi biji labu yang masih memiliki kulit. Biji labu dengan kulit dapat mengandung lebih banyak serat dibandingkan biji labu yang sudah dikupas.

Meski begitu, baik almond maupun biji labu bukan termasuk makanan yang sangat tinggi serat. Keduanya tetap bisa membantu memenuhi kebutuhan serat harian jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Biji Labu Juga Kaya Zinc dan Fosfor

Biji labu kembali unggul dalam kandungan beberapa mineral lainnya. Dalam satu ons, biji labu menyediakan sekitar 2,17 miligram zinc atau 20 persen dari nilai harian. Sementara itu, almond hanya mengandung sekitar 0,86 miligram zinc atau 8 persen.

Zinc dibutuhkan tubuh untuk mendukung sistem kekebalan, pertumbuhan sel, dan proses penyembuhan luka. Mineral ini juga berperan dalam berbagai proses metabolisme tubuh. 

Biji labu juga mengandung lebih banyak fosfor. Satu ons biji labu menyediakan sekitar 332 miligram fosfor atau 27 persen dari nilai harian, sedangkan almond mengandung sekitar 151 miligram atau 12 persen.

Fosfor berperan dalam produksi energi serta pembentukan tulang dan gigi. Namun, orang dengan penyakit ginjal kronis perlu berhati-hati mengonsumsi makanan tinggi fosfor. Pada kondisi tersebut, fosfor dapat menumpuk dalam darah sehingga asupannya mungkin perlu dibatasi sesuai anjuran dokter atau ahli gizi.

Kandungan Zat Besi Biji Labu Juga Lebih Tinggi

Biji labu. (Foto: dok Magnific)
Biji labu. (Foto: dok Magnific)

Biji labu kembali unggul dalam hal zat besi. Satu ons biji labu mengandung sekitar 2,29 miligram zat besi atau 13 persen dari nilai harian. Sementara itu, almond menyediakan sekitar 1,12 miligram atau 6 persen.

Zat besi dari makanan nabati termasuk jenis zat besi non-heme. Jenis ini memang tidak diserap tubuh sebaik zat besi heme yang terdapat pada makanan hewani.

Meski demikian, zat besi tetap penting karena membantu tubuh mengangkut oksigen melalui darah serta mendukung produksi energi dan fungsi sel.

Jadi, Pilih Biji Labu atau Almond?

Kalau yang kamu cari adalah magnesium, protein, zinc, fosfor, dan zat besi, biji labu menjadi pilihan yang lebih unggul.

Namun, bukan berarti almond kalah dalam segala hal. Almond memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dan tetap menjadi camilan bergizi yang mudah dikombinasikan dengan berbagai makanan.

Jadi, tidak perlu terpaku pada satu jenis saja. Kamu bisa mengonsumsi keduanya secara bergantian, misalnya sebagai camilan, campuran yoghurt, oatmeal, salad, atau smoothie.

Yang terpenting, pilih versi yang tidak terlalu banyak mengandung garam atau gula tambahan agar manfaat nutrisinya tetap optimal.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement