Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Hanya Sekadar Tren, Rajin Makan Pistachio Bisa Bantu Jaga Tekanan Darah

Agustina Wulandari , Jurnalis-Jum'at, 04 September 2026 |08:05 WIB
Tak Hanya Sekadar Tren, Rajin Makan Pistachio Bisa Bantu Jaga Tekanan Darah
Pistachio menjaga tekanan darah tetap sehat. (Foto: dok Magnific/xb100)
A
A
A

JAKARTA - Pistachio selama ini lebih dikenal sebagai camilan gurih dengan rasa khas dan tekstur renyah. Namun, di balik ukurannya yang kecil, kacang ini ternyata menyimpan sejumlah nutrisi yang dapat mendukung kesehatan jantung, termasuk membantu menjaga tekanan darah tetap sehat.

Melansir Verywell Health, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi pistachio secara rutin dapat membantu menurunkan tekanan darah, terutama tekanan darah sistolik atau angka bagian atas pada hasil pengukuran tekanan darah. Manfaat ini berkaitan dengan kandungan kalium, L-arginina, lemak tak jenuh, serta antioksidan di dalamnya.

Pistachio Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah

Salah satu penelitian menunjukkan, orang dewasa dengan berat badan berlebih atau obesitas yang mengonsumsi sekitar 1,5 ons pistachio setiap hari selama empat bulan mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Menariknya, penurunan berat badan pada kelompok yang mengonsumsi pistachio dan kelompok pembanding relatif serupa.

Penelitian lain yang melibatkan orang dengan diabetes tipe 2 juga menemukan bahwa menambahkan pistachio ke dalam pola makan dapat menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata sekitar 3,5 mmHg setelah empat minggu. Penurunan paling besar bahkan terlihat ketika peserta sedang tidur. 

Meski begitu, pistachio bukan obat untuk hipertensi. Kacang ini lebih tepat dipandang sebagai salah satu makanan yang dapat mendukung pola makan sehat untuk membantu mengontrol tekanan darah.

Kenapa Pistachio Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah?

Ada beberapa kandungan dalam pistachio yang diduga berperan dalam menjaga tekanan darah.

1. Mengandung L-arginina

Pistachio mengandung asam amino bernama L-arginina. Di dalam tubuh, zat ini dapat diubah menjadi oksida nitrat atau nitric oxide.

Oksida nitrat berperan dalam membantu melebarkan pembuluh darah. Ketika pembuluh darah lebih rileks dan melebar, aliran darah dapat menjadi lebih lancar sehingga tekanan pada pembuluh darah berpotensi menurun.

2. Kaya akan kalium

Pistachio juga mengandung kalium, mineral yang penting bagi kesehatan tubuh. Kalium membantu merelaksasi dinding pembuluh darah dan mendukung ginjal dalam membuang kelebihan natrium.

Hal ini penting karena asupan natrium yang terlalu tinggi dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.

3. Memiliki lemak tak jenuh dan antioksidan

Selain kalium dan L-arginina, pistachio mengandung lemak tak jenuh yang lebih ramah bagi kesehatan jantung dibandingkan lemak jenuh dalam jumlah tinggi. Kacang ini juga mengandung antioksidan dan berbagai senyawa tumbuhan yang dapat mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Berapa Banyak Pistachio yang Sebaiknya Dimakan?

Kacang pistachio bantu jaga tekanan darah. (Foto: dok Magnific/halayalex)
Kacang pistachio bantu jaga tekanan darah. (Foto: dok Magnific/halayalex)

Tidak perlu makan pistachio dalam jumlah banyak untuk mendapatkan manfaatnya. Satu porsi sekitar 1 ons atau kurang lebih 49 butir pistachio dapat menjadi pilihan yang praktis untuk dimasukkan ke dalam pola makan sehari-hari.

Dalam jumlah tersebut, pistachio mengandung sekitar 159 kalori, 5,7 gram protein, 7,7 gram karbohidrat, dan 3 gram serat. 

Namun, jumlah tersebut bukan berarti harus menjadi aturan yang wajib diikuti setiap orang. Kebutuhan setiap orang bisa berbeda, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Hati-hati Memilih Pistachio 

Kalau ingin menjadikan pistachio sebagai camilan untuk mendukung kesehatan jantung, perhatikan jenis yang dipilih.

Pistachio yang diberi banyak garam mengandung natrium tambahan. Asupan natrium yang tinggi justru dapat meningkatkan tekanan darah dan mengurangi manfaat dari pola makan rendah natrium.

Karena itu, pilih pistachio tanpa garam atau yang hanya sedikit diberi garam. Jangan lupa memeriksa informasi nilai gizi pada kemasan sebelum membelinya.

Pistachio Bukan Satu-satunya Cara Mengontrol Tekanan Darah

Meski punya berbagai kandungan yang baik untuk jantung, mengandalkan pistachio saja tentu tidak cukup untuk menurunkan atau mengontrol tekanan darah.

Pistachio sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan. Salah satu pola makan yang banyak digunakan untuk membantu mengontrol tekanan darah adalah DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).

Pola makan ini menekankan konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, daging tanpa lemak, dan produk susu rendah lemak. Di sisi lain, asupan natrium juga perlu dibatasi. 

Selain itu, orang yang memiliki alergi kacang pohon, sindrom iritasi usus besar (IBS), atau penyakit ginjal stadium lanjut perlu lebih berhati-hati mengonsumsi pistachio. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui apakah pistachio aman dikonsumsi sesuai kondisi masing-masing. 

Jadi, kalau selama ini pistachio hanya dianggap sebagai camilan biasa, ternyata ada alasan lain untuk memasukkannya ke dalam menu harian. Dengan porsi yang wajar dan memilih jenis rendah garam, pistachio dapat menjadi salah satu pilihan camilan yang mendukung kesehatan jantung dan membantu menjaga tekanan darah tetap sehat.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement