
Untuk meredakan ketegangan otot SCM dan meredakan rasa pusing, dr. Cecep membagikan teknik pertolongan mandiri yang aman dan sederhana. Berikut langkah-langkah teknik SCM Release yang bisa dipraktikkan.
Pertama, menoleh dan mencari otot seperti kabel di bagian leher saat menoleh. Sebelum menekan bagian tersebut, pastikan area yang dipegang bukan pembuluh darah utama dengan cara mengecek denyutnya. Jika ragu, sebaiknya kamu menggeser titik tekan.
Setelah menemukan titik tekan tadi, cubit dan tarik keluar menggunakan tiga jari. Kemudian remas dan tahan diam pada titik yang terasa nyut-nyutan selama 30 sampai 60 detik tanpa digosok. Kamu bisa mengulangi cara di atas tiga sampai lima kali secara bergantian.
“Tempel handuk/botol hangat di leher samping, 10-15 menit sebelum tidur, biar otot lebih rileks. Kepala kebiasaan maju (Turtle Neck) bikin pusing gampang kambuh. Tarik dagu ke belakang (double chin) tiap 30 menit kerja. Hindari bantal ketinggian bikin dagu nempel dada. Pilih yang bikin leher tetep lurus sejajar tulang belakang,” jelas dr. Cecep.
Meski teknik ini praktis, dr. Cecep mengingatkan bahwa cervicogenic dizziness merupakan diagnosis penyingkiran, yang berarti baru bisa disimpulkan apabila kemungkinan penyebab medis lainnya sudah dipastikan tidak ada oleh dokter.
Teknik relaksasi ini juga sangat dilarang bagi individu yang memiliki riwayat penyakit stroke, gangguan pembekuan darah, atau benjolan di area leher. Masyarakat juga diimbau untuk segera mencari pertolongan medis darurat jika pusing yang dirasakan menunjukkan gejala bahaya
"Kerasa denyut jantung di jari? Lepas dan geser, itu nadi bukan otot. Abis nyubit malah tambah pusing/kunang-kunang? Lepas dan duduk dulu. Ke IGD kalau pusing disertai pandangan dobel, bicara pelo, lemas sebelah badan, atau muncul mendadak & berat," pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.