Wamenkes Dante mengatakan pemerintah menetapkan empat target intervensi utama dalam program 1.000 HPK untuk menekan angka stunting serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.
Keempat target tersebut mencakup fase sebelum kehamilan yang berfokus pada kesehatan remaja putri dan skrining calon pengantin agar siap secara fisik; masa kehamilan, persalinan, dan bayi baru lahir dengan memastikan ibu mendapatkan pemeriksaan USG serta persalinan di fasilitas kesehatan yang aman.
Selanjutnya, intervensi pada periode baduta mencakup pemberian ASI eksklusif, pemenuhan kebutuhan gizi, imunisasi, serta pemantauan tumbuh kembang. Adapun target keempat adalah penguatan layanan kesehatan dengan memastikan puskesmas dan rumah sakit memiliki fasilitas serta dukungan pembiayaan yang memadai.
Namun, menurut Dante, keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Dukungan keluarga, termasuk keterlibatan ayah, juga menjadi bagian penting dalam memastikan anak tumbuh sehat.
Karena itu, Kemenkes mendorong Fatherhood Movement atau Gerakan Keayahan agar para ayah lebih aktif terlibat dalam pemenuhan kesehatan dan kebutuhan anak selama periode 1.000 HPK.