
Dampak polusi terhadap kulit tidak selalu terlihat secara langsung. Paparan yang berlangsung dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan yang terakumulasi dan berkontribusi terhadap penuaan kulit dini.
Kulit dapat mengalami munculnya garis-garis halus dan kerutan, kehilangan elastisitas, serta tampak lebih kusam. Paparan berbagai polutan juga dapat meningkatkan pembentukan radikal bebas yang dapat merusak sel kulit. Jika berlangsung terus-menerus, proses tersebut dapat mempercepat kerusakan kulit.
Dalam jangka panjang, paparan zat tertentu dari polusi lingkungan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kulit yang lebih serius.
Mengurangi sumber polusi tentu menjadi langkah paling efektif untuk melindungi kesehatan secara keseluruhan. Namun, ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampaknya terhadap kulit.
Salah satunya dengan memantau kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Ketika kualitas udara sedang buruk, membatasi aktivitas di luar ruangan dapat menjadi pilihan.
Perawatan kulit juga dapat dilengkapi dengan produk yang mengandung antioksidan, seperti vitamin C, vitamin E, dan vitamin B3. Kandungan tersebut dapat membantu melawan radikal bebas yang terbentuk akibat paparan lingkungan.
Selain itu, penggunaan tabir surya spektrum luas (broad-spectrum sunscreen) tetap penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB.
Membersihkan wajah setelah beraktivitas di luar ruangan juga dapat membantu mengangkat partikel polusi yang menempel pada permukaan kulit.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.