
Lebih jauh, dr. Adam memaparkan bahwa peluang kembalinya warna asli rambut akan jauh lebih tinggi apabila penanganan dilakukan sejak dini. Ketika tubuh mengalami stres tinggi, terjadi perubahan metabolisme pada rambut yang memicu pudarnya pigmen alami.
“Proses kembalinya rambut berwarna ini terutama terjadi pada saat tahap awal muncul uban. Peningkatan stress berhubungan dengan munculnya uban. Pada rambut yang beruban ditemukan peningkatan metabolisme dan pertahanan terhadap antioksidan,” jelas dr. Adam.
Artinya, menjaga kestabilan kesehatan mental dan mengelola beban pikiran bukan hanya penting untuk kebugaran tubuh secara umum, tetapi juga berdampak langsung pada penampilan luar. Ketika tekanan stres berhasil diredakan, sel-sel rambut mendapatkan kesempatan untuk memulihkan warnanya.
“Sedangkan saat stres menurun, maka rambut yang sudah mulai kehilangan warnanya bisa kembali berwarna,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.