KEMUNCULAN uban sering kali dianggap sebagai pertanda penuaan alami yang sifatnya permanen. Namun, anggapan tersebut ternyata tak sepenuhnya benar.
Uban yang mulai bermunculan ternyata memiliki kemungkinan untuk kembali ke warna aslinya. Faktor stres memegang peranan kunci di balik fenomena ini.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, membagikan penjelasan ilmiah ini melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia mengungkapkan bahwa proses memutihnya rambut tidak selalu bersifat permanen.
“Ternyata rambut beruban itu gak selalu permanen, bisa dipengaruhi oleh stress,” ujar dr. Adam.
Fenomena menarik ini didukung oleh temuan riset kesehatan mengenai dinamika pigmen rambut manusia. Merujuk studi ilmiah Quantitative mapping of human hair greying and reversal in relation to life stress, ia menjelaskan bahwa folikel rambut memiliki kemampuan alami untuk mengalami pemulihan warna atau repigmentasi, terutama jika pemicu utamanya berhasil dikendalikan.
“Ada penelitian yang menemukan bahwa sebagian rambut yang sudah beruban itu bisa kembali berwarna atau repigmentasi. Kapan? Saat tingkat stress-nya menurun,” jelas dr. Adam.