Beberapa di antaranya adalah:
Para ahli juga mengingatkan bahwa tidak ada metode yang dapat menjamin seseorang terbebas sepenuhnya dari demensia. Faktor genetik, lingkungan, tingkat pendidikan, aktivitas fisik, kondisi sosial, dan berbagai faktor lainnya turut berperan.
Selain itu, penelitian tersebut bersifat observasional. Artinya, penelitian menemukan hubungan antara diabetes, hipertensi, kebiasaan merokok, dan risiko demensia, tetapi belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
Meski begitu, temuan tersebut memberikan pesan bahwa menjaga kesehatan pembuluh darah dan metabolisme sejak usia paruh baya dapat menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mempertahankan kesehatan otak hingga usia lanjut.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.