Dalam pembangunan TenuNYamaN, sejumlah bagian seperti struktur, panel dinding, dan elemen anyaman diproduksi di luar lokasi pembangunan. Komponen tersebut kemudian dirakit di lokasi sehingga proses pengerjaan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
Executive Vice President PT Polymindo Permata Johan Yang mengatakan pendekatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menghadapi tantangan pembangunan, khususnya terkait waktu pengerjaan dan konsistensi kualitas.
"Setelah membuktikan sistem melalui TenuNYamaN di ARCH, fokus kami kini bukan lagi sekadar menunjukkan bahwa prefabrikasi dapat bekerja. Kami ingin memperlihatkan bahwa ViroFab sudah menjadi solusi yang siap diterapkan untuk proyek luxury hospitality dan premium residential, dengan kepastian kualitas, waktu dan biaya tanpa mengurangi kebebasan desain arsitektur," ujar Johan.
Meski demikian, penerapan sistem prefabrikasi tidak serta-merta menghilangkan peran desain. Konsep tersebut masih memungkinkan adanya penyesuaian bentuk, material, maupun tata ruang sesuai kebutuhan sebuah proyek.
Tren hunian tropis juga semakin memperhatikan pengalaman penghuni. Ruang tidak hanya dirancang berdasarkan fungsi, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana seseorang beraktivitas dan merasa nyaman di dalamnya.