Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minyak Zaitun vs Minyak Nabati: Mana yang Lebih Sehat?

Agustina Wulandari , Jurnalis-Selasa, 18 Agustus 2026 |22:05 WIB
Minyak Zaitun vs Minyak Nabati: Mana yang Lebih Sehat?
Ilustrasi minyak nabati. (Foto: dok Magnific/azerbaijan_stockers)
A
A
A

JAKARTA - Minyak nabati atau minyak sayur merupakan salah satu bahan yang hampir selalu tersedia di dapur. Minyak ini sering digunakan untuk menumis atau menggoreng sayuran, membuat saus, dituangkan di atas pizza, hingga mencegah pasta saling menempel.

Minyak zaitun dan minyak nabati termasuk jenis minyak dari tumbuhan yang paling banyak digunakan di berbagai negara. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari cara pembuatan, rasa, kandungan nutrisi, hingga potensi manfaatnya bagi kesehatan.

Perbedaan Minyak Zaitun dan Minyak Nabati

Minyak zaitun dan minyak nabati berbeda dalam hal bahan baku, cara pengolahan, penggunaan dalam masakan, rasa, serta kandungan nutrisinya.

Berikut beberapa perbedaan utamanya: 

  • Minyak zaitun dibuat dari buah zaitun yang diperas. Biasanya cocok untuk saus salad, menumis, atau cocolan roti. Minyak ini mengandung vitamin K dan E, terutama pada jenis extra virgin. Dengan kandungan tersebut, minyak zaitun tentu kaya antioksidan. Tidak banyak proses pengolahan, terutama pada jenis extra virgin. 
  • Minyak nabati berasal dari campuran minyak dari berbagai sumber tumbuhan, seperti bunga matahari, jagung, kanola, kedelai, dan safflower. Umumnya digunakan untuk memanggang dan menggoreng. Kandungan nutrisinya bergantung pada campuran minyak, tetapi biasanya hanya menyisakan sedikit nutrisi setelah melalui proses pengolahan yang cukup tinggi. 

Kandungan Nutrisi

Tingkat pengolahan minyak tidak hanya memengaruhi rasa, tetapi juga kandungan nutrisinya. Minyak zaitun dan minyak nabati sama-sama mengandung lemak tidak jenuh. Namun, minyak zaitun mengandung lebih banyak lemak tak jenuh tunggal, seperti asam oleat, asam linoleat, dan asam palmitat. Sementara itu, minyak nabati umumnya lebih banyak mengandung lemak tak jenuh ganda omega-6.

Lemak tak jenuh tunggal diketahui memiliki manfaat antiradang dan baik untuk kesehatan jantung. Sebaliknya, lemak tak jenuh ganda omega-6 dapat memicu peradangan dan berdampak buruk pada kesehatan jantung jika dikonsumsi secara berlebihan. 

Perlu diketahui juga bahwa semakin banyak minyak mengalami proses pemurnian, semakin sedikit mikronutrien dan senyawa bermanfaat yang tersisa.

Minyak zaitun extra virgin, yang merupakan jenis minyak zaitun dengan proses pengolahan paling minimal, kaya akan antioksidan dan senyawa antiradang, seperti tokoferol, karotenoid, dan polifenol. Minyak zaitun yang diproses secara minimal juga masih mempertahankan sejumlah mikronutrien, termasuk vitamin E dan K.

Sebaliknya, proses pemurnian yang digunakan untuk membuat minyak nabati dapat mengurangi mikronutrien, antioksidan, dan senyawa tumbuhan yang bermanfaat, termasuk tokoferol, fitosterol, polifenol, dan koenzim Q. 

Intinya, minyak nabati merupakan campuran minyak netral yang sangat diproses dan memiliki kandungan lemak omega-6 yang tinggi. Sementara itu, minyak zaitun dibuat dari buah zaitun yang diperas, dengan jenis extra virgin sebagai pilihan yang paling sedikit diproses dan paling banyak mempertahankan senyawa bermanfaat.

Mana yang Lebih Sehat?

Minyak zaitun, terutama jenis extra virgin, termasuk salah satu minyak masak yang paling sedikit diproses. Artinya, minyak ini mampu mempertahankan lebih banyak antioksidan, vitamin, dan mineral.

Senyawa antioksidan dan polifenol dalam minyak zaitun telah banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung kesehatan jantung.

Sebaliknya, minyak nabati mengalami banyak proses pengolahan untuk menghasilkan rasa yang netral dan mencampurkan beberapa jenis minyak dari tumbuhan. Akibatnya, kandungan nutrisi bermanfaat di dalamnya menjadi sangat sedikit. 

Mengganti minyak nabati dengan minyak zaitun juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan otak. Salah satu penelitian menemukan bahwa mengganti minyak nabati dengan minyak zaitun extra virgin dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif pada orang lanjut usia.

Jadi, jika kamu ingin menggunakan minyak dalam makanan, minyak zaitun extra virgin cenderung menjadi pilihan yang lebih sehat dibandingkan sebagian besar minyak nabati dan campuran minyak nabati.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement