JAKARTA - Jahe adalah bumbu dapur yang pasti sering kamu temukan di rumah. Tapi, karena sifatnya yang cukup keras, konsumsi jahe berlebihan bisa dengan mudah mengiritasi perut. Ini bisa memicu gejala seperti sakit perut, diare, nyeri lambung, dan rasa panas di dada (heartburn).
Melansir The Standard, ahli gizi, Mami Nakamura, menyarankan agar jahe dikonsumsi secukupnya saja sebagai bumbu, dan memperingatkan agar tidak mengonsumsinya berlebihan.
Sebenarnya, tidak ada batas yang pasti untuk asupan jahe dalam menu makanan sehari-hari. Tapi karena rasanya yang kuat saat dipakai sebagai bumbu, ahli gizi menyarankan untuk membatasi asupan harian sekitar 5 sampai 10 gram saja.
Jumlah ini kira-kira setara dengan 5-7 iris jahe, sekitar 1 sendok teh jahe parut, atau kurang lebih 1-2 gram bubuk jahe. Saat sedang memasak atau makan, pastikan kamu tidak mengonsumsinya terlalu banyak, ya.
Secara nutrisi, 100 gram jahe yang bisa dimakan mengandung 2,1 gram serat makanan, di mana 90 persen dari serat tersebut adalah serat tidak larut yang bisa menambah massa tinja dan melancarkan pergerakan usus kamu. Jahe juga mengandung 270 mg kalium yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Jahe kaya akan senyawa pedas bernama gingerol yang banyak terkumpul di dekat kulitnya. Gingerol ini berfungsi melebarkan pembuluh darah tepi dan melancarkan peredaran darah ke ujung-ujung tubuh.
Jahe juga punya sifat antibakteri, makanya sering disajikan bersama sushi atau sashimi. Tapi, mengandalkan jahe saja tidak akan sepenuhnya mencegah keracunan makanan, menjaga kebersihan makanan tetap menjadi hal yang sangat penting. Nah, saat jahe dikeringkan atau dipanaskan, gingerol akan berubah menjadi shogaol yang bisa merangsang perut, mengaktifkan organ dalam, dan menghasilkan panas dari dalam tubuh.
Kalau kamu tidak sengaja makan terlalu banyak jahe dan merasa tidak nyaman, coba cara-cara ini untuk meredakannya:
Pilih cara memasak sesuai kebutuhan kamu supaya manfaat jahe makin maksimal. Saat dipanaskan atau dikeringkan, sebagian gingerol berubah menjadi senyawa penghangat (shogaol). Ini cocok banget buat kamu yang gampang merasa kedinginan kalau ditambahkan ke dalam sup panas atau tumisan.
Sebaliknya, jahe muda kaya akan gingerol yang melebarkan pembuluh darah tepi untuk melepaskan panas, sehingga bisa mencegah sengatan panas (heatstroke) dan kelelahan saat cuaca sedang terik. Jahe muda juga punya sifat antibakteri yang kuat dan bisa merangsang produksi cairan lambung. Untuk menghilangkan bau amis pada daging atau ikan salmon, atau sebagai makanan pembuka, memakan jahe parut mentah atau irisan tipis jahe adalah cara yang paling efektif.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.