Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Terhindar dari Penyakit ISK

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 15 Agustus 2026 |11:10 WIB
4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Terhindar dari Penyakit ISK
4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Terhindar dari Penyakit ISK (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Infeksi saluran kemih (ISK) dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, mulai dari nyeri saat buang air kecil hingga frekuensi buang air kecil yang meningkat. Kabar baiknya, beberapa kebiasaan sederhana dalam keseharian dapat dilakukan untuk membantu menurunkan risiko terjadinya infeksi tersebut.

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan, ISK merupakan infeksi yang dapat menyerang bagian saluran kemih, seperti ginjal, ureter, uretra, atau kandung kemih. Kondisi ini umumnya terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih dan berkembang biak.

Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi dapat menyebar ke bagian saluran kemih lainnya, termasuk ginjal. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain demam dan menggigil, nyeri pinggang, mual dan muntah, serta disuria atau rasa nyeri saat buang air kecil.

Lantas, bagaimana cara mencegah bakteri masuk ke saluran kemih? Dokter Spesialis Urologi sekaligus influencer kesehatan, dr. Andika Afriansyah, membagikan empat kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah ISK.

1. Segera Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seksual

Kebiasaan pertama adalah segera buang air kecil setelah melakukan hubungan seksual. Menurut dr. Andika, aliran urine dapat membantu membilas bakteri yang mungkin masuk ke saluran kemih sehingga mengurangi peluang bakteri mencapai kandung kemih atau ginjal.

“Satu, pipis setelah berhubungan intim. Aliran urine itu bisa membilas bakteri sebelum dia naik ke kandung kemih atau ke ginjal. Makanya, setelah berhubungan intim segera kencing,” kata dr. Andika.

2. Jangan Menahan Buang Air Kecil

Kebiasaan berikutnya adalah tidak menunda atau menahan buang air kecil. Menurut dr. Andika, urine yang terlalu lama berada di kandung kemih dapat memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang.

“Dua, jangan nahan kencing. Makin lama urine mengendap, makin banyak bakteri berkembang di kandung kemih kamu,” ujarnya.

3. Bersihkan dari Depan ke Belakang

Cara membersihkan area genital setelah buang air besar juga perlu diperhatikan. Dr. Andika menyarankan agar membersihkan atau cebok dilakukan dari arah depan ke belakang.

Cara tersebut bertujuan mengurangi kemungkinan bakteri dari area anus berpindah ke sekitar saluran kemih.

“Tiga, cebok dari arah depan ke belakang. Kalau kebalik, nanti bakteri yang dari belakang bisa pindah ke depan dan masuk ke kandung kemih kamu,” jelasnya.

4. Jangan Berlebihan Menggunakan Sabun Pewangi

Kebiasaan terakhir adalah menghindari penggunaan sabun berpewangi atau produk pembersih kewanitaan secara berlebihan. Penggunaan produk tertentu secara berlebihan dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik yang secara alami terdapat di area genital.

“Empat, stop sabun wangi ataupun pembersih kewanitaan yang berlebihan. Niatnya sih bersih, malah bunuh bakteri baik yang jadi pelindung alami di sekitar kemaluan kamu,” ungkap dr. Andika.

Ia juga mengingatkan agar ISK yang berulang tidak hanya ditangani dengan mengonsumsi antibiotik tanpa mencari penyebabnya.

“Kalau ISK kamu kambuh lebih dari dua kali dalam enam bulan, harus dicari nih penyebabnya, bukan antibiotik terus,” pungkas dr. Andika.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement