Situasi tersebut dapat menimbulkan salah paham jika tidak dibicarakan. Karena itu, komunikasi terbuka menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Pasangan dapat membicarakan perubahan gairah, faktor yang membuat tidak nyaman, hingga bentuk kedekatan yang tetap dapat dilakukan ketika salah satu pihak sedang tidak ingin berhubungan seksual.
Jika masalah tersebut terus berulang dan sulit dibicarakan, pasangan dapat mempertimbangkan bantuan psikolog atau terapis yang memiliki kompetensi dalam menangani persoalan hubungan dan seksual.
Pada akhirnya, rendahnya keinginan untuk berhubungan intim tidak selalu berarti seseorang sudah tidak mencintai pasangannya. Kondisi fisik, mental, hormonal, hingga situasi hubungan dapat memengaruhi libido. Memahami penyebabnya menjadi langkah awal sebelum menentukan solusi yang tepat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.