Libido mengacu pada keinginan seseorang untuk melakukan aktivitas seksual. Sementara itu, disfungsi ereksi merupakan kondisi ketika pria mengalami kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual.
Artinya, seorang pria tetap dapat memiliki keinginan seksual meskipun mengalami gangguan ereksi. Sebaliknya, seseorang bisa memiliki kemampuan ereksi yang baik tetapi sedang tidak memiliki hasrat untuk berhubungan intim.
Perbedaan ini penting dipahami karena penyebab dan penanganan masing-masing kondisi dapat berbeda.
Testosteron sering disebut sebagai salah satu faktor yang memengaruhi gairah seksual pria. Namun, rendahnya libido tidak otomatis berarti kadar testosteron seseorang bermasalah.
Perubahan hasrat seksual dapat dipengaruhi banyak hal, termasuk usia, kesehatan, stres, kualitas hubungan, kondisi psikologis, serta pola hidup.
Seiring bertambahnya usia, respons seksual seseorang juga dapat berubah. Misalnya, gairah atau ereksi mungkin tidak muncul secara spontan seperti ketika masih muda. Kondisi tersebut tidak selalu berarti seseorang kehilangan hasrat seksual.
Jika penurunan libido terjadi terus-menerus, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebab yang mendasarinya.