JAKARTA - Kehadiran gadget kini memudahkan tugas harian, namun ada dampak tersembunyi bagi anak-anak. Keseringan main game di ponsel akan membuat otak anak jadi rusak.
Dokter Spesialis Anak Aisya Fikritama mengatakan, saat bermain game otak anak akan melepaskan hormon dopamin, yaitu zat yang menimbulkan rasa senang dan juga membuat ingin terus main lagi.
“Semakin sering bermain, otak akan terbiasa untuk mendapatkan kesenangan yang instan dari game. Akibatnya anak jadi sulit fokus, cepat bosan, atau memilih game daripada aktivitas lainnya,” ujarnya lewat video di akun Instagram pribadinya.
Ia melanjutkan, masalah yang besar muncul waktu game-nya dihentikan tiba-tiba. “Karena otak sudah terbiasa dengan lonjakan dopamin yang tinggi, anak bisa mengalami gejala withdrawal atau putus kebiasaan,” ucapnya.
Dokter Aisya mengungkapkan, dengan gejala withdrawal tersebut anak akan mudah gelisah, mudah marah, mudah emosi dan agresif. Sebagian anak juga akan jadi antisosial, tertutup, atau sulit mengendalikan emosi.