Kombinasi teknologi tersebut dirancang untuk mendukung berbagai tahapan pelayanan medis, mulai dari skrining, penegakan diagnosis, tindakan intervensi, hingga pemantauan lanjutan pada pasien dengan penyakit hati, termasuk hepatitis B dan hepatitis C.
Direktur FUJIFILM Indonesia, Handra Effendi, menyebut kebutuhan terhadap sistem layanan kesehatan yang terintegrasi terus meningkat seiring berkembangnya fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
Ia mengatakan pemanfaatan teknologi diagnostik yang saling terhubung diharapkan dapat membantu tenaga medis bekerja lebih efektif dan efisien dalam menangani penyakit hati, sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih optimal.
Melalui dukungan terhadap program skrining hepatitis B dan C serta pengembangan teknologi diagnostik, upaya deteksi dini diharapkan semakin luas sehingga risiko komplikasi akibat penyakit hati dapat ditekan melalui penanganan yang lebih cepat dan tepat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.