JAKARTA - Gangguan kesehatan pada tubuh memang hal yang sangat wajar dialami oleh manusia. Namun, biasanya orang-orang baru akan menyadari adanya gangguan kesehatan setelah dirasa ada gejala yang cukup signifikan dan mempengaruhi tubuh. Akhirnya, banyak penyakit yang ternyata sudah cukup parah dan telat dicegah sedari dini.
Padahal, tubuh kita sendiri selalu memberikan sinyal tertentu saat mengalami gangguan kesehatan. Namun, kadang sinyal tersebut tidak disadari oleh kita karena dirasa hanya hal sepele atau sederhana yang bisa sembuh dengan sendirinya.
Dokter sekaligus influencer kesehatan Cecep Hermawan dalam unggahan video di akun Instagramnya memberikan edukasi terkait 10 tanda yang sering dianggap sepele namun ternyata menjadi alarm gangguan kesehatan pada tubuh.
Namun, ia menegaskan bahwa tanda tersebut bukanlah dasar dari diagnosa sepatu penyakit. Tanda tersebut hanyalah indikasi dan respons tubuh saat adanya gangguan dan mengisyaratkan kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter maupun ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Keluhan yang kelihatannya sepele, tapi sebenarnya perlu dicek. Inget ya, ini tanda buat ngingetin, bukan alat diagnosa. Kalau ada yang kamu alamin, cek ke dokter langsung biar jelas dan pasti,” tulis dr. Cecep, dikutip Rabu (29/7).
Tanda pertama adalah sering haus dan buang air kecil setiap malam. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator peningkatan gula darah dalam tubuh. Sayangnya, hal itu kerap kali dinilai sesuatu yang biasa akibat cuaca panas, padahal jika dibarengi dengan penurunan berat badan tanpa sebab, itu patut diwaspadai.
“Sering dikira gara-gara cuaca panas. Padahal kalau barengan berat badan turun, ini sering nandain gula darah tinggi,” ucapnya.
Tanda kedua adalah munculnya memar tanpa sebab yang jelas seperti pukulan atau benturan. Dokter Cecep menuturkan bahwa jika memar tiba-tiba muncul di area tubuh dalam jumlah banyak disertai tubuh yang terasa lemas menandakan kamu harus segera cek darah ke dokter. Apalagi, jika memang tersebut tidak sembuh atau hilang dalam waktu yang cukup lama.
Tanda ketiga adalah tahi lalat yang berubah. Tanda ini cukup unik mengingat bisa saja hanya terjadi pada orang yang memang memiliki tahi lalat. Ia menjelaskan bahwa jika letak tahi lalat tidak simetris, tidak rata bahkan warnanya menjadi belang menandakan potensi adanya Melanoma.
Melanoma sendiri merupakan kondisi kanker kulit yang berbahaya dari sel melanosit atau sel yang memberikan pigmen warna pada kulit. “Patokannya ABCDE: nggak simetris, pinggiran nggak rata, warna belang, makin gede, terus berubah. Ini buat ngebedain sama melanoma. Di orang Asia sering di telapak kaki,” kata dr. Cecep.
Lebih lanjut, ia memaparkan tanda keempat hingga keenam, yaitu batuk yang melebihi waktu tiga minggu, sakit kepala dengan pola yang berubah serta penurunan berat badan tanpa sebab.
Dokter Cecep menilai bahwa batuk yang tidak sembuh lebih dari tiga minggu harus diwaspadai. Bisa jadi itu tanda penyakit tuberkulosis atau TBC. Apalagi jika dibarengi dengan bercak darah pada dahak. Sementara, sakit kepala yang berubah pola juga tidak boleh dianggap remeh.
Jika sakit kepala semakin terasa nyeri saat batuk, bersin atau mengejan maka disarankan kamu untuk memeriksakan diri ke dokter. “Sakit kepala yang polanya berubah lebih dari 90 persen sakit kepala itu jinak. Yang diperhatiin: makin nyeri pas batuk, bersin, atau ngeden. Atau baru muncul pertama kali di usia 50 ke atas,” paparnya.
Sementara, terkait penurunan berat badan tanpa sebab kamu perlu memperhatikan apakah penurunan terjadi dalam kurun waktu enam hingga 12 bulan dengan penurunan lebih dari lima persen. Bisa jadi itu karena adanya tiroid, gula darah atau faktor saluran pencernaan.
Tanda ketujuh dan kedelapan adalah, rasa capek dan pucat yang tak kunjung hilang, feses yang berubah warna. Dalam kondisi lelah dan pucat yang tak hilang, bisa jadi indikator kamu mengalami anemia dan kekurangan zat besi. Pada pria dan wanita yang sudah memasuki usia menopause atau tua bisa menjadi tanda adanya perdarahan pelan di saluran pencernaan.
Hal sederhana lainnya yang tidak boleh dianggap sepele adalah feses yang berubah warna. Kondisi ini bisa jadi indikator kamu terkena wasir dan masalah serius di usus terlebih bagi yang berusia 50 ke atas.
“BAB berubah atau berdarah terus Wasir emang penyebab paling sering. Tapi dari penelitian, sekitar 8 dari 100 orang usia 50+ yang BAB berdarah ternyata bisa jadi masalah serius di usus,” ungkap dr. Cecep.
Kesembilan dan sepuluh adalah suara serak dan sariawan yang lebih dari tiga minggu. Sariawan dalam kondisi lama ini bisa menandakan kamu terkena radang dan asam lambung. Namun beda dengan orang usia 45 ke atas, jika sesak berkepanjangan dan tidak jernih segera cek pita suara ke dokter.
“10, sariawan lebih dari 3 minggu. Biasanya sembuh sendiri 1-2 minggu. Yang lewat 3 minggu, apalagi nggak kerasa sakit, perlu dicek. Jarang, tapi bisa jadi tanda awal masalah serius di mulut,” pungkasnya.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.