Proses tersebut diduga dapat mengurangi paparan zat yang berpotensi memicu terbentuknya kanker prostat.
“Rutin ejakulasi diduga membantu mengeluarkan zat-zat yang memicu terjadinya kanker prostat,” jelasnya.
Meski demikian, dr. Adam menegaskan bahwa hasil penelitian tersebut menunjukkan hubungan (asosiasi), bukan hubungan sebab-akibat. Dengan kata lain, frekuensi ejakulasi yang lebih tinggi belum dapat dipastikan secara langsung mencegah kanker prostat.
Ia pun mengingatkan bahwa menjaga kesehatan prostat tetap membutuhkan pola hidup sehat secara menyeluruh, seperti menerapkan pola makan bergizi, rutin berolahraga, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai anjuran.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.