Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ejakulasi 21 Kali Sebulan Turunkan Risiko Kanker Prostat? Ini Jawaban Dokter

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Rabu, 29 Juli 2026 |02:04 WIB
Ejakulasi 21 Kali Sebulan Turunkan Risiko Kanker Prostat? Ini Jawaban Dokter
Ejakulasi 21 Kali Sebulan Turunkan Risiko Kanker Prostat? Ini Jawaban Dokter (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA — Frekuensi ejakulasi disebut-sebut memiliki kaitan dengan risiko kanker prostat. Bahkan, sebuah penelitian menyebut pria yang mengalami ejakulasi setidaknya 21 kali dalam sebulan memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah. Namun, benarkah temuan tersebut dapat diartikan sebagai cara mencegah kanker prostat?

Dokter sekaligus edukator kesehatan dr. Adam Prabata kembali membagikan informasi kesehatan melalui akun media sosial X miliknya. Kali ini, ia mengulas hasil penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi ejakulasi dan penurunan risiko kanker prostat pada pria.

Menurut dr. Adam, pria yang mengalami ejakulasi minimal 21 kali dalam sebulan memiliki risiko kanker prostat 31 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang lebih jarang mengalami ejakulasi.

“Minimal 21 kali ejakulasi per bulan menurunkan risiko kanker prostat hingga 31% lebih rendah pada laki-laki,” tulis dr. Adam Prabata.

Ia menjelaskan bahwa ejakulasi yang dimaksud tidak hanya terjadi saat berhubungan seksual, tetapi juga mencakup mimpi basah maupun masturbasi.

“Ejakulasi meliputi saat berhubungan intim, mimpi basah, dan masturbasi,” lanjutnya.

Hasil Penelitian

dr. Adam mengutip penelitian berjudul Ejaculation Frequency and Risk of Prostate Cancer: Updated Results with an Additional Decade of Follow-up. Salah satu dugaan mekanisme yang menjelaskan temuan tersebut adalah proses ejakulasi yang membantu mengeluarkan zat-zat tertentu dari kelenjar prostat.

Proses tersebut diduga dapat mengurangi paparan zat yang berpotensi memicu terbentuknya kanker prostat.

“Rutin ejakulasi diduga membantu mengeluarkan zat-zat yang memicu terjadinya kanker prostat,” jelasnya.

Meski demikian, dr. Adam menegaskan bahwa hasil penelitian tersebut menunjukkan hubungan (asosiasi), bukan hubungan sebab-akibat. Dengan kata lain, frekuensi ejakulasi yang lebih tinggi belum dapat dipastikan secara langsung mencegah kanker prostat.

Ia pun mengingatkan bahwa menjaga kesehatan prostat tetap membutuhkan pola hidup sehat secara menyeluruh, seperti menerapkan pola makan bergizi, rutin berolahraga, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai anjuran.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement