Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Bahaya Makan Protein Berlebihan, Bisa Membebani Ginjal

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Selasa, 28 Juli 2026 |14:10 WIB
5 Bahaya Makan Protein Berlebihan, Bisa Membebani Ginjal
5 Bahaya Makan Protein Berlebihan, Bisa Membebani Ginjal (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTAProtein memang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, mulai dari membangun massa otot hingga memperbaiki jaringan yang rusak. Namun, mengonsumsi protein secara berlebihan, terutama dalam jangka panjang tanpa diimbangi pola makan yang seimbang, dapat meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan.

Menurut para ahli, kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda, bergantung pada usia, berat badan, tingkat aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan. Karena itu, masyarakat dianjurkan mengonsumsi protein sesuai kebutuhan dan tetap memenuhi asupan karbohidrat, lemak sehat, serta serat agar pola makan tetap seimbang.

Berikut lima dampak yang dapat terjadi jika mengonsumsi protein secara berlebihan:

- Meningkatkan risiko beberapa penyakit

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi protein, terutama yang didominasi protein hewani, dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa penyakit, seperti penyakit jantung koroner dan beberapa jenis kanker. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi risiko tersebut.

- Memicu gangguan pencernaan

Diet tinggi protein sering kali membuat seseorang mengurangi konsumsi makanan berserat, seperti buah, sayuran, dan biji-bijian utuh. Akibatnya, risiko sembelit, perut kembung, hingga gangguan pencernaan lainnya dapat meningkat.

- Membebani kerja ginjal

Bagi penderita penyakit ginjal, konsumsi protein secara berlebihan dapat memperberat kerja organ tersebut. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mempercepat penurunan fungsi ginjal. Karena itu, penderita penyakit ginjal disarankan berkonsultasi dengan dokter mengenai jumlah protein yang aman dikonsumsi.

- Memberikan beban lebih pada organ tubuh

Tubuh tidak dapat menyimpan kelebihan protein secara langsung. Protein yang tidak digunakan akan diproses lebih lanjut sehingga dapat meningkatkan beban kerja organ, seperti hati dan ginjal.

Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat memperburuk penyakit tertentu, misalnya asam urat.

- Berpotensi meningkatkan tekanan darah

Beberapa penelitian menemukan bahwa pola makan tinggi protein tertentu juga berkaitan dengan peningkatan tekanan darah. Jika tekanan darah terus tinggi, risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan kardiovaskular lainnya juga dapat meningkat.

Meski demikian, bukan berarti protein harus dihindari. Para ahli menegaskan bahwa protein tetap menjadi bagian penting dari pola makan sehat.

Kuncinya adalah mengonsumsi protein sesuai kebutuhan tubuh, memilih sumber protein yang beragam, serta memastikan asupan serat, karbohidrat, dan lemak sehat tetap terpenuhi agar pola makan tetap seimbang.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement