JAKARTA - Jesslyn Wijaya Lay adalah seorang atlet golf putri asal Indonesia. Ia aktif mengikuti berbagai turnamen golf serta kejuaraan antarklub. Jesslyn merupakan anak dari pengusaha Pontu Wijaya. Ia juga memiliki aktivitas di bidang bisnis.
Berdasarkan info dari Instagram pribadinya, Jesslyn mulai bermain golf pada pertengahan 2021. Sejak itu, ia giat berlatih hingga kemampuannya semakin meningkat dan sukses ikut kompetisi kejuaraan golf.
Jesslyn pernah menorehkan gelar Best Nett Overall (BNO) Regular dalam turnamen bulanan yang diselenggarakan oleh Chemical Golf Club di Rainbow Hills Golf Club pada Juni 2023. Chemical Golf Club dikenal sebagai salah satu komunitas golf terbesar di Asia Tenggara. Tentu saja, pencapaian tersebut jadi jejak karier yang membanggakan, karena mampu mengungguli peserta lain di kategori umum.
Dugaan penculikan menimpa atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay yang hilang kontak setelah menghadiri ulang tahun sang nenek di sebuah restoran di Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2026 silam. Kuasa Hukum keluarga, Andi Darti menuturkan, Jesslyn menerima undangan acara ulang tahun tersebut dari tantenya. Ia menambahkan, saat itu Jeslyn diminta untuk membawakan kue ulang tahun.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak keluarga, peristiwa dugaan penculikan terjadi saat Jesslyn secara tiba-tiba ditutup matanya. Korban kemudian diangkat oleh pria berbadan besar menuju sebuah mobil berwarna hitam. Sejak saat itu, korban tidak dapat dihubungi oleh teman maupun keluarganya. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (13/7/2026) malam.
"Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," ujar Andi.
"Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi. Menurut keterangan saksi, terdapat sekitar lima orang laki-laki di lokasi pada saat peristiwa berlangsung," imbuhnya.
Dugaan penculikan ini telah dilaporkan keluarga kepada aparat kepolisian sebagaimana tercatat dalam laporan polisi nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.
Namun, pada Minggu 19 Juli, pelapor datang ke Polres Jakpus mencabut laporan. Hal ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Rabu (22/7/2026).
AKBP Roby menyebut, pelapor yang merupakan teman Jesslyn mencabut laporan karena tidak melihat langsung kejadian penculikan tersebut.
Sebagai informasi, peristiwa dugaan penculikan itu dilaporkan terjadi pada Senin (13/7) malam, sementara Jesslyn pergi ke Kuala Lumpur keesokan harinya. Jesslyn pergi bersama dua orang, salah satunya ayahnya.
"Tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur berdasarkan manifes yang kami terima bersama dengan dua orang lainnya yang diketahui ada hubungan keluarga dengan J," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan, Selasa (21/7).
"Sampai saat ini, kami masih mengundang kedua orang tersebut, termasuk ayahnya, untuk memberikan keterangan terkait peristiwa ini kepada petugas Polres Metro Jakarta Pusat," imbuhnya.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.