
Sayangnya, bahaya laten sifatnya sering kali "senyap". Organ hati memiliki kemampuan luar biasa untuk beregenerasi dan mengompensasi kerusakan, sehingga gangguan awal kerap tidak menimbulkan gejala sama sekali.
Akibatnya, sebagian besar pasien baru menyadari kondisi kesehatannya saat penyakit hati sudah memasuki tahap lanjut. Bahkan, hepatitis berkembang menjadi sirosis hingga kanker hati.
Oleh karena itu, langkah pencegahan dan pemeriksaan dini sangat krusial sebelum fungsi hati terganggu parah. Masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami tanda-tanda seperti rasa lelah berlebihan dan berkepanjangan, warna menguning pada mata atau kulit (jaundice), pembengkakan atau pembesaran pada area perut dan warna urine yang mempekat gelap seperti teh.
Menjaga kesehatan hati tidak boleh menunggu hingga tubuh menunjukkan gejala sakit. Langkah preventif dapat dimulai dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang, menjaga berat badan ideal, berolahraga secara teratur, serta menghindari konsumsi alkohol dan obat-obatan tanpa resep dokter.
Selain itu, memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis sesuai kelompok usia dan faktor risiko terutama bagi individu dengan kondisi obesitas, diabetes, atau riwayat keluarga pengidap penyakit hati menjadi kunci penting untuk mendeteksi potensi gangguan hati sedini mungkin
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.