JAKARTA – Disfungsi ereksi tidak selalu disebabkan oleh faktor usia atau kondisi psikologis. Dalam banyak kasus, gangguan ini bisa menjadi tanda adanya penyakit kronis, salah satunya diabetes yang tidak terkontrol. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang diketahui dapat merusak saraf dan pembuluh darah sehingga memengaruhi fungsi seksual pria.
Diabetes menjadi salah satu penyakit yang saat ini mendapat perhatian serius. Selain meningkatkan risiko berbagai komplikasi, penyakit ini juga dapat memicu gangguan reproduksi, termasuk disfungsi ereksi.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga terus memperkuat upaya deteksi dini diabetes mellitus melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah ini dilakukan agar penderita dapat segera memperoleh penanganan sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi sekaligus konten kreator kesehatan, dr. Fajar Alam, dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya menjelaskan bahwa diabetes kronis dapat menyebabkan disfungsi ereksi akibat kerusakan saraf yang dipicu kadar gula darah tinggi dalam waktu lama.
“Kenapa pada penderita diabetes kronis itu lebih susah untuk ereksi atau terjadi disfungsi ereksi? Karena memang peningkatan gula darah yang kronis itu bisa menyebabkan gangguan saraf pada organ vital pria,” kata dr. Fajar.