PERNAHKAH kamu tiba-tiba merasa gampang kesal, bad mood, atau sensian? Padahal, hidup sedang baik-baik saja dan tidak ada masalah berarti.
Jangan buru-buru salahkan diri sendiri atau merasa menjadi orang yang terlalu bawa perasaan (baperan). Sebab, bisa jadi penyebabnya kamu kekurangan zat besi. Jadi, baiknya kamu mulai memeriksa kondisi kesehatan tubuh.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan, perubahan suasana hati yang drastis tidak melulu soal masalah psikologis. Ada juga faktor biologis yang mendasarinya, yaitu kekurangan zat besi.
“Bukan baperan, tapi alarm tubuh. Kemungkinan kekurangan zat besi," kata dr. Cecep.
dr. Cecep menjelaskan bahwa zat besi memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga kestabilan emosi manusia. Zat gizi mikro ini bertanggung jawab dalam membantu otak memproduksi neurotransmiter atau senyawa kimia pengatur suasana hati, yaitu dopamin dan serotonin.
"Otak kita butuh zat besi buat bikin dopamin sama serotonin, dua pengatur perasaan kita. Nah, kalau zat besinya kurang, produksi keduanya bisa ikut keganggu," jelas dia.
Menariknya, gejala emosional seperti gampang kesal ini bisa muncul jauh sebelum seseorang didiagnosis mengalami anemia parah.
"Dan ini bisa mulai kerasa bahkan sebelum masuk kategori anemia, lho," tambah dr. Cecep.
Lebih lanjut, dr. Cecep menuturkan bahwa untuk mendeteksi apakah tubuh Anda kekurangan zat besi, ada metode sederhana yang bisa dilakukan di rumah secara mandiri. Langkah awal yang paling mudah adalah dengan memeriksa area kelopak mata bagian bawah.
Kendati demikian, dr. Cecep mengingatkan agar masyarakat tidak langsung merasa aman jika kelopak matanya tidak pucat. Pemeriksaan medis profesional tetap menjadi jalan terbaik.
"Cara ngecek awalnya gampang kok. Tarik kelopak mata bawahmu, terus lihat bagian dalamnya. Kalau warnanya pucat, itu sinyal buat cek darah ke faskes. Tapi catat ya, kalau enggak pucat pun belum tentu aman, jadi tetap cek kalau keluhannya kerasa," tutur dia.
Selain menyarankan masyarakat untuk menambah konsumsi lauk pauk yang kaya akan zat besi, seperti hati, telur, dan daging, dr. Cecep juga menyoroti satu kebiasaan buruk masyarakat Indonesia yang sering kali menggagalkan penyerapan zat besi. Di antaranya, meminum teh atau kopi langsung setelah makan.
Namun, pencinta teh dan kopi tidak perlu berkecil hati. dr. Cecep menegaskan kamu tidak harus menghentikan kebiasaan tersebut, melainkan cukup mengatur waktunya.

"Ada satu kebiasaan yang sering kelewat, minum teh atau kopi tepat habis makan. Kandungan didalamnya bisa menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Tenang, bukan berarti berhenti. Cukup kasih jarak sekitar 1 jam. Dan biar makin maksimal, barengin makananmu sama sumber vitamin C kayak jeruk atau tomat ya," pungkas dr. Cecep.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.