Zat besi merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk perkembangan buah hati. Kekurangan zat gizi mikro ini dapat menyebabkan sejumlah masalah pada anak, salah satunya anemia defisiensi besi hingga terganggunya performa kognitif anak.
Ahli Gizi dan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Dr drg Sandra Fikawati, MPH, mengatakan, kekurangan zat besi umumnya terjadi secara bertahap.
“Umumnya, kekurangan zat besi terjadi bertahap. Mulai dari penurunan jumlah zat besi pada tubuh anak, selanjutnya tubuh mulai membuat lebih sedikit sel darah merah,” jelasnya dalam diskusi virtual, Senin (25/1/2021).

Padahal, kekurangan zat besi bisa mengganggu performa intelektual dan kognitif anak. “Anemia gizi besi menimbulkan terlambatnya perkembangan psikomotor dan terganggunya performa kognitif pada anak usia sekolah dan pra sekolah,” tuturnya.