Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diet Intermitten Fasting vs Defisit Kalori, Mana yang Lebih Mudah?

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Jum'at, 17 Juli 2026 |12:10 WIB
Diet Intermitten Fasting vs Defisit Kalori, Mana yang Lebih Mudah?
Diet Intermitten Fasting vs Defisit Kalori, Mana yang Lebih Mudah? (Foto: Freepik)
A
A
A

Selain berat badan turun, kedua kelompok diet juga melaporkan peningkatan kesejahteraan psikologis serta berkurangnya gejala depresi.

Mana yang Lebih Mudah Dilakukan?

Selain mengukur perubahan berat badan, peneliti juga menilai aspek psikologis selama menjalani diet, seperti rasa lapar, keinginan makan berlebihan, suasana hati, kualitas tidur, hingga besarnya usaha mental yang dibutuhkan untuk mengontrol pola makan.

Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang menjalani defisit kalori harian harus mengeluarkan usaha lebih besar untuk terus membatasi makanan, menghitung kalori, dan mengendalikan keinginan makan.

Di sisi lain, kelompok puasa intermiten berhasil menurunkan berat badan dalam jumlah yang sama tanpa melaporkan peningkatan beban mental untuk mengontrol makanan setiap saat.

Menurut penulis penelitian, Profesor Leonie Heilbronn, puasa intermiten mungkin membantu sebagian orang menurunkan berat badan tanpa harus terus-menerus memikirkan pembatasan makanan.

Tidak Cocok untuk Semua Orang

Meski terlihat menjanjikan, peneliti menegaskan bahwa puasa intermiten bukan pilihan yang tepat bagi semua orang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement