TREN frugal living kini tengah ramai disorot. Di tengah gaya hidup konsumtif yang semakin berkembang, tren frugal living mengajak orang menerapkan gaya hidup hemat yang mengajak seseorang untuk lebih bijak dalam menggunakan uang, waktu, dan sumber daya.
Dilansir dari ABC News, frugal living bukan sekadar mengurangi pengeluaran. Tren ini memilih hal-hal yang benar-benar bernilai dan meninggalkan kebiasaan membeli atau melakukan sesuatu secara berlebihan.
Tren frugal living semakin populer di kalangan generasi muda karena dianggap selaras dengan kesadaran finansial, kesehatan mental, dan kepedulian terhadap lingkungan. Beberapa gaya hidup yang berkembang dari konsep frugal living antara lain skinimalism, underconsumption, capsule wardrobe, joy of missing out (JOMO), micro-adventures, hingga eco-friendly lifestyle.

Skinimalism merupakan gabungan dari kata skin (kulit) dan minimalism (minimalisme). Tren ini mengajak seseorang untuk meninggalkan rutinitas perawatan kulit yang terlalu panjang dan beralih pada produk yang benar-benar dibutuhkan.
Jika sebelumnya banyak orang mengikuti tren menggunakan belasan produk skincare, skinimalism menekankan prinsip lebih sedikit tetapi lebih efektif. Biasanya rutinitas hanya terdiri dari produk dasar seperti pembersih wajah, pelembap, dan tabir surya. Selain menghemat biaya, skinimalism juga membantu mengurangi limbah kemasan produk kecantikan.

Underconsumption menjadi salah satu tren yang berkembang di media sosial. Konsep ini mengajak seseorang untuk berhenti membeli barang hanya karena tren atau dorongan sesaat.
Dalam gaya hidup underconsumption, seseorang lebih memilih menghabiskan produk yang sudah dimiliki sebelum membeli baru, memperbaiki barang yang rusak daripada langsung menggantinya, hingga membeli barang berkualitas yang tahan lama.
Selain itu, mereka juga menghindari pembelian impulsif. Tren ini berlawanan dengan budaya konsumsi berlebihan yang sering mendorong orang membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

Capsule wardrobe adalah konsep memiliki koleksi pakaian dalam jumlah terbatas, tetapi setiap item mudah dipadupadankan. Alih-alih memiliki banyak pakaian yang jarang dipakai, konsep ini mengutamakan pakaian yang nyaman digunakan dan berkualitas dan tahan lama.
Selain itu, orang-orang yang menerapkan capsule wardrobe juga lebih memilih pakaian dengan warna netral atau mudah dikombinasikan. Mereka akan membeli pakaian sesuai dengan gaya pribadi. Selain menghemat uang, capsule wardrobe juga membantu mengurangi limbah industri fashion.