
Jika FOMO (Fear of Missing Out) menggambarkan rasa takut tertinggal dari tren atau aktivitas orang lain, JOMO (Joy of Missing Out) adalah kebalikannya. JOMO mengajak seseorang menikmati waktu sendiri tanpa merasa harus selalu mengikuti tren terbaru, acara sosial yang tidak penting, hingga aktivitas yang hanya dilakukan demi terlihat aktif.
Gaya hidup ini banyak dikaitkan dengan upaya menjaga kesehatan mental. Sebab, seseorang belajar merasa cukup dengan pilihan hidupnya sendiri.

Micro-adventures adalah konsep melakukan petualangan sederhana tanpa membutuhkan biaya besar atau perjalanan jauh. Contohnya berkemah satu malam di sekitar kota, menjelajahi tempat wisata lokal, bersepeda ke daerah baru, hingga menghabiskan waktu di alam.
Tren ini menawarkan pengalaman baru tanpa harus mengeluarkan banyak uang seperti perjalanan wisata besar.

Frugal living juga sering berkaitan dengan gaya hidup ramah lingkungan. Dengan mengurangi konsumsi berlebihan, seseorang secara tidak langsung membantu mengurangi sampah dan penggunaan sumber daya.
Contoh kebiasaan eco-friendly antara lain membawa botol minum sendiri, menggunakan barang yang dapat dipakai ulang, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan memilih produk lokal dan berkelanjutan.
Frugal living bukan berarti pelit. Banyak orang salah memahami frugal living sebagai hidup serba kekurangan. Padahal, konsep ini lebih menekankan pada kesadaran dalam menentukan prioritas.
Seseorang yang menerapkan frugal living tetap dapat menikmati hidup, tetapi lebih berhati-hati dalam memilih pengeluaran. Tujuannya bukan sekadar menghemat uang, melainkan menciptakan kehidupan yang lebih sederhana, terarah, dan sesuai dengan nilai yang dianggap penting.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.