Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Itu Material Cooling Tech? Yang Bikin Pakai Hijab Tetap On-Point saat Cuaca Panas

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 06 Juli 2026 |16:00 WIB
Apa Itu Material Cooling Tech? Yang Bikin Pakai Hijab Tetap On-Point saat Cuaca Panas
Ilustrasi pakai hijab cooling tech. (Foto: dok Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Tinggal di negara tropis seperti Indonesia memang menuntut kita untuk ekstra sabar, terutama saat matahari sedang terik-teriknya. Bagi para hijaber, cuaca panas sering kali menjadi tantangan tersendiri. Beraktivitas di luar ruangan, naik transportasi umum, atau sekadar berjalan kaki di siang hari bisa membuat tubuh cepat berkeringat, hijab menjadi lepek, dan mood berantakan.

Namun, tenang saja! Tampil tertutup dan stylish di tengah cuaca panas kini bukan lagi hal yang mustahil. Kuncinya ada pada pemilihan material pakaian yang tepat. Memasuki era mode modern, banyak brand modest wear yang kini berinovasi menggunakan material Cooling Tech (teknologi pendingin).

Bagaimana cara kerjanya dan bahan apa saja yang wajib ada di lemarimu? Yuk, simak panduan lengkapnya!

Apa Itu Material Cooling Tech dalam Fashion?

Secara sederhana, material Cooling Tech adalah jenis kain yang dirancang khusus untuk mengatur suhu tubuh penggunanya. Pakaian dengan teknologi ini tidak hanya tipis, tetapi memiliki tiga kemampuan utama:

  • Sirkulasi Udara Maksimal (Breathable): Membiarkan udara panas dari dalam tubuh keluar, sehingga tubuhmu tak merasa kegerahan.
  • Menyerap dan Menguapkan Keringat (Moisture-Wicking): Kain langsung menyerap keringat dan menguapkannya dengan cepat ke udara, menjaga kulit tetap kering dan meminimalisir bau badan.
  • Sensasi Dingin (Cooling Sensation): Beberapa kain ditenun dengan serat khusus yang memberikan efek dingin secara instan saat bersentuhan dengan kulit.

4 Material Penyelamat Hijaber di Cuaca Panas

Saat berbelanja baju atau hijab, biasakan untuk selalu memeriksa label bahan (care label). Berikut adalah daftar material yang wajib kamu lirik:

  • Tencel (Lyocell): Ini adalah primadona bahan ramah lingkungan yang sedang sangat tren. Terbuat dari serat kayu, Tencel memiliki tekstur yang sangat lembut, jatuh (flowy), dan punya daya serap keringat 50 persen lebih baik dibandingkan katun biasa. Kain ini juga secara alami bersifat anti-bakteri.
  • Katun Bambu (Bamboo Cotton): Jika kamu mencari kaus lengan panjang atau inner (manset), pastikan memilih katun bambu. Serat bambu sangat ringan, memiliki perlindungan sinar UV alami, dan memberikan efek sejuk di kulit meskipun cuaca sedang terik.
  • Rayon Premium: Rayon adalah bahan semi-sintetis yang terbuat dari selulosa alami. Sifatnya yang sangat jatuh dan dingin membuatnya sempurna untuk dijadikan tunik, kemeja santai, atau dress. Kekurangannya hanya satu: mudah kusut. Jadi, pastikan memilih rayon kualitas premium yang lebih tebal dan less wrinkle.
  • Sintetis Berteknologi Khusus: Beberapa merek besar memiliki lini pakaian dengan serat mikrofiber sintetis (seperti Airism atau dry-fit lifestyle). Meskipun sintetis, teknologi tenunannya membuat pakaian ini sangat ringan, sangat cepat kering, dan terasa sedingin es di kulit. Sangat cocok untuk inner hijab (ciput) dan legging wudu.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement