Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menunjukkan bahwa PPOK merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Jumlah kasusnya diperkirakan terus meningkat, terutama di negara-negara dengan prevalensi perokok yang tinggi.
"Data dari WHO ini menyebutkan bahwa PPOK adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Bahkan, ini diprediksi akan terus meningkat, terutama di negara dengan tingkat merokok yang tinggi," tutur dr. Aditya.
Ia menegaskan bahwa risiko PPOK tidak hanya mengintai perokok aktif. Perokok pasif maupun orang yang sering terpapar polusi udara dan asap dari proses memasak juga berisiko mengalami penyakit ini.
"Dan ini yang sering orang enggak sadar, penyebab utamanya itu bukan cuma rokok aktif aja, tapi paparan asap rokok, polusi udara, bahkan asap dapur di rumah bisa jadi faktor pemicunya," tambahnya.
Dr. Aditya menjelaskan, zat-zat berbahaya dalam asap rokok dapat memicu peradangan kronis yang merusak alveoli atau kantung udara kecil di paru-paru. Akibatnya, paru-paru kehilangan elastisitas sehingga proses pertukaran oksigen menjadi terganggu.