Akibatnya, penis lebih sulit mengalami ereksi. Karena itu, pria yang memiliki tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol tinggi juga memiliki risiko lebih besar mengalami disfungsi ereksi.
Menurut para ahli, disfungsi ereksi sering kali bukan penyakit utama, melainkan gejala dari masalah kesehatan lain, seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, hingga ketidakseimbangan hormon.
Karena itu, pemeriksaan sejak dini penting dilakukan jika keluhan muncul secara berulang. Penanganan tidak selalu harus menggunakan obat, tetapi juga dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup, seperti menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengelola stres, tidur cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Jika disfungsi ereksi berlangsung terus-menerus selama beberapa bulan atau mulai mengganggu kualitas hidup dan hubungan dengan pasangan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.