Dokter Haliza mengatakan, kebutuhan darah di RSCM tidak hanya berasal dari pasien darurat, tetapi juga pasien yang harus menjalani transfusi darah secara rutin. Menurutnya, jika hanya mengandalkan keluarga pasien untuk mencari pendonor, maka kebutuhan darah tidak akan terpenuhi.
“Belum lagi pasien-pasien yang memang rutin memerlukan darah seperti pasien talasemia atau pasien kemo, itu kan sering perlu darah,” katanya.

“Kalau kita berharap dari pasien, mungkin tidak akan terpenuhi. Keluarga juga pasti pusing memikirkan stok darah. Makanya kalau memang ada kerja sama seperti ini kita sangat-sangat terbantu sekali,” tambahnya.
Dokter Haliza mengungkapkan bahwa RSCM membutuhkan lebih dari 100 kantong darah setiap harinya. Untuk itu, ia berharap program ini dapat terus dilakukan bahkan menjadi inspirasi bagi perusahaan atau komunitas lainnya.
“Perlu diketahui juga bahwa dalam sehari kita butuh lebih dari 100 kantong darah untuk pasien-pasien kita,” ujarnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.