JAKARTA – Kehamilan pada usia remaja bukan hanya berdampak pada masa depan pendidikan, tetapi juga membawa risiko kesehatan yang jauh lebih besar bagi ibu maupun bayi. Dokter sekaligus edukator kesehatan, Adam Prabata, mengingatkan bahwa ibu hamil usia remaja memiliki risiko kematian hingga 2–5 kali lebih tinggi dibandingkan perempuan yang hamil pada usia 20–39 tahun.
Melalui unggahannya di platform X, dr. Adam menegaskan bahwa anggapan hamil di usia sekolah lebih mudah dibandingkan melanjutkan pendidikan merupakan pandangan yang keliru. Menurutnya, remaja belum siap secara fisik, mental, maupun sosial untuk menjalani kehamilan dan mengasuh anak.
"Izin menjelaskan risiko hamil di usia sekolah ya! Tubuh remaja belum sepenuhnya matang secara fisik, mental, dan sosial untuk menghadapi kehamilan dan pengasuhan anak. Banyak yang mengira hamil, melahirkan, dan mengurus anak itu 'lebih enak' atau 'lebih ringan' daripada sekolah, padahal kenyataannya justru sebaliknya," tulisnya.
dr. Adam kemudian menjelaskan berbagai risiko kesehatan yang dapat dialami ibu hamil usia remaja. Salah satunya adalah meningkatnya risiko komplikasi selama kehamilan hingga persalinan.
Ia menyebut ibu hamil remaja lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi saat hamil, perdarahan, hingga persalinan macet. Selain itu, risiko kematian pada ibu hamil usia remaja juga jauh lebih tinggi.
"Risiko kematian lebih tinggi, 2–5 kali lipat dibandingkan ibu hamil usia 20–39 tahun," tulisnya.
Dampak kehamilan di usia remaja juga dapat dirasakan oleh janin. Menurut dr. Adam, kehamilan pada usia sekolah meningkatkan risiko bayi lahir prematur.
Selain itu, bayi juga berisiko mengalami gangguan pertumbuhan di dalam kandungan, terutama jika kondisi gizi ibu kurang baik.
Tak hanya berdampak secara fisik, dr. Adam juga menyoroti konsekuensi psikologis yang dapat muncul. Ia menjelaskan bahwa ibu yang hamil di usia remaja memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi setelah melahirkan, terutama jika tidak mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar.
Di sisi lain, kehamilan pada usia sekolah juga berpotensi menyebabkan remaja putus sekolah, sehingga peluang memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik di masa depan menjadi semakin kecil.
Karena itu, dr. Adam kembali mengingatkan pentingnya pendidikan bagi remaja.
"Jadi, masih mikir mendingan hamil aja dibandingkan sekolah?!" pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.